
Ilustrasi Snapchat
Ilustrasi Snapchat
Cyberthreat.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditolak di berbagai platform teknologi. Setelah sebelumnya diblokir Twitter, videonya diturunkan di Youtube, akun yang menjual merchendisenya di Shopify dibekukan, kini dia juga diblokir di aplikasi pesan foto Snapchat.
"Demi keselamatan publik, dan berdasarkan upayanya untuk menyebarkan informasi yang salah, ujaran kebencian, dan menghasut kekerasan, yang jelas merupakan pelanggaran pedoman kami, kami telah membuat keputusan untuk secara permanen menghentikan akunnya," kata juru bicara Snapchat seperti dikutip dari POLITICO, Jumat (15 Januari 2021).
Sebelumnya, Snapchat sempat menangguhkan sementara akun Trump pada pekan lalu.
Perusahaan menekankan bahwa penggunaan utamanya adalah di antara teman dekat, tidak seperti platform publik yang luas di aplikasi seperti Facebook dan Twitter. Snapchat berhenti mempromosikan konten Trump di platform Discover pada bulan Juni, yang selanjutnya membatasi kemunculannya kepada orang-orang yang mengikuti atau menelusurinya.
Sejumlah jaringan media sosial telah menendang Trump dari platform mereka sejak serangan mematikan minggu lalu di Capitol oleh pendukung Trump. Twitter dan Facebook sama-sama menangguhkan sementara akun presiden tidak lama setelah itu, dan Twitter secara permanen melarang Trump pada Jumat pekan lalu, yang membuatnya kehilangan akses ke media sosial favoritnya untuk berkomunikasi dengan publik yang lebih luas.
Trump, bersama dengan sekutunya di partai Republik, telah mengecam penangguhannya sebagai bagian dari "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kebebasan berbicara," dengan banyak kaum konservatif yang menyamakannya dengan "1984" George Orwell.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang larangan Snapchat.[]
Share: