IND | ENG
Dikritik Biang Keladi Kecelakaan, Ini Alasan Pengembang Hapus Fitur “Speed Filter” di Snapchat

Snapchat. | Foto: pavbca.com

Dikritik Biang Keladi Kecelakaan, Ini Alasan Pengembang Hapus Fitur “Speed Filter” di Snapchat
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 20 Juni 2021 - 18:24 WIB

Cyberthreat.id – Jika Anda pengguna aplikasi berbagi foto/video, Snapchat, mungkin tak asing dengan “speed filter”, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna menangkap seberapa cepat bergerak.

Fitur yang dikenalkan sejak 2013 tersebut mulai pekan ini dihapus oleh pengembang, Snap, Inc. Namun, perusahaan mengatakan, masih memerlukan beberapa pekan ke depan sebelum fitur benar-benar menghilang dari aplikasi secara menyeluruh di 500 juta penggun aktif bulanannya, tulis NPR, dikutip Minggu (20 Juni 2021).

Pada Kamis (17 Juni), juru bicara perusahaan mengatakan alasan fitur tersebut dimatikan. “Fitur tersebut hampir tidak digunakan olah Snapchatters. Dan, sehubungan dengan itu, kami menghapusnya sama sekali,” katanya.

Dari sekitar 5 miliar "jepret" yang dilakukan pengguna setiap hari, fitur “speed filter” hampir tidak terdaftar dalam tingkat popularitas; inilah sebabnya, Snap mengubur fitur tersebut.

Sejak kehadiran fitur itu, Snap mendapat kritik dari sebagian publik yang mendukung keselamatan berkendara. Fitur itu dianggap oleh pengkritik justru dipakai pengguna untuk mendorong  kebut-kebutan di jalan raya.

Perusahaan juga tengah digugat oleh keluarga pengguna yang terluka atau meninggal karena mengalami kecelakaan gara-gara hanya ingin mengunggah hasil deteksi fitur tersebut.

Pengacara Michael Neff, yang mewakili keluarga korban kecelakaan, mengatakan, perubahan aplikasi itu sama sekali tidak berarti menghilangkan rasa sakit kliennya.

“Kami mengharapkan hari kami di pengadilan dan menuntut keadilan bagi mereka yang menderita karena kerugian yang tak perlu,” ujar Neff.

Sebelumnya, pada 2015 kecelakaan yang terjadi di Georgia, AS mengakibatkan sang pengemudi mengalami kerusakan otak permanen. Pada tahun yang sama, tiga perempuan di Philadelphia juga meninggal akibat kecelakaan mobil. Tahun berikutnya, lima orang di Floriga meninggal dalam tabrakan berkecepatan tinggi. Pada 2017, tiga anak muda di Wisconsin mencatat kecepatan hingga 123 mil per  jam di fitur “speed filter” sebelum akhirnya menabrak pohon dan meninggal. Semua itu hanya gara-gara terpicu untuk pamer kecepatan di Snapchat.

Snap sempat mengubah fitur tersebut menjadi stiker dan menambahkan peringatan “Jangan jepret dan mengemudi” yang muncul setiap kali pengguna mengaktifkannya. Perusahaan juga mengubah batas kecepatan menjadi 35 mil per jam.

Pada gugatan di California, diajukan oleh pengacara Naveen Ramachandrappa, pengadilan banding federal pada Mei lalu, memutuskan bahwa keluarga korban yang meninggal di Wisconsin bisa menggugat Snap. Alasannya, perusahaan patut dididuga telah lalai dalam merancang produknya sehingga membahayakan pengguna.

Namun, pekan ini, menanggapi putusan pengadilan itu, Snap meminta pengadilan untuk menghentikan kasus tersebut dengan alasan “speed filter” tidak menyebabkan kecelakaan mobil.[]

#snapchat   #snap   #speedfilter   #mediasosial

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Mengenal Tiga Jenis Doppelganger Pemangsa Reputasi Perusahaan
Melanggar Data Anak-anak, TikTok Didenda Rp5,6 Triliun
Modus Penipuan Berkedok Freelance. Disuruh 'Like' & 'Subscribe' Video YouTube