IND | ENG
Atas Nama Ekspresi Seni, Instagram Longgarkan Kebijakan Foto Telanjang Memeluk Payudara

Instagram | Foto: Unsplash

Atas Nama Ekspresi Seni, Instagram Longgarkan Kebijakan Foto Telanjang Memeluk Payudara
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:30 WIB

Cyberthreat.id – Media sosial berbagi foto dan video, Instagram, membuat kebijakan baru terkait unggahan telanjang menyusul penghapusan gambar telanjang dada Nyome Nicholas-Williams, model berbodi besar (plus-size).

Aplikasi milik Facebook Inc itu melonggarkan soal ketelanjangan sebagai dukungan untuk “membiarkan orang menunjukkan kebanggaan pada tubuh mereka meski tidak sesuai dengan stereotip kecantikan.”

Kebijakan baru itu membolehkan para pengguna Instagram (khusus perempuan) mengunggah foto yang memeluk, menangkup, atau memegang payudara mereka sendiri sebagai ekspresi seni.

Namun, Instagram melarang foto payudara yang diremas “karena biasanya foto ini dikaitkan dengan pornografi”, demikian seperti dikutip dari France24, Rabu (28 Oktober 2020).

Sebelumnya, Nicholas-Williams yang tinggal di Inggris memicu kontroversi setelah mengunggah foto dirinya yang telanjang dada, tetapi menutupi payudaranya dengan lengan di akun Instagram @curvynyome-nya.

"Kami berterima kasih kepada komunitas global kami karena berbicara secara terbuka dan jujur ​​tentang pengalaman mereka dan berharap perubahan kebijakan ini akan membantu lebih banyak orang untuk mengekspresikan diri dengan percaya diri," kata Kepala Program Kebijakan Global Instagram, Carolyn Merrell, Selasa (27 Oktober) kepada AFP, kantor berita Prancis.

"Kami tahu orang-orang merasa lebih kuat untuk mengekspresikan diri dan menciptakan komunitas yang mendukung...jika mereka merasa bahwa tubuh dan citra mereka diterima.”

Kebijakan Instagram tentang telanjang juga perlu diperhatikan, bahwa sekali lagi, platform ini ditujukan untuk orang-orang yang berusia 13 tahun ke atas.[]

#instagram   #mediasosial   #telanjang

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Perlindungan Data Pribadi, Meta Luncurkan Facebook dan Instagram Bebas Iklan di Eropa
Meta Selipkan Kata Teroris pada Pengguna Instagram Palestina, Bias Digital?