IND | ENG
Fasilitas Listrik Inggris Mendapat Serangan Siber, Pasokan Listrik Masih Lancar

Ilustrasi

Fasilitas Listrik Inggris Mendapat Serangan Siber, Pasokan Listrik Masih Lancar
Arif Rahman Diposting : Senin, 18 Mei 2020 - 05:56 WIB

Cyberthreat.id - Sistem energi Inggris menjadi korban serangan cyber yang menargetkan infrastruktur IT yang digunakan untuk menjalankan dan memasarkan listrik. Administrator sistem kelistrikan Inggris, Elexon, mengonfirmasi serangan siber terjadi pada Kamis (14 Mei 2020) sore waktu setempat, tetapi sistem kunci yang digunakan untuk mengatur pemasaran listrik tidak terpengaruh.

"Sistem IT internal kami telah dipengaruhi oleh serangan siber. BSC Central Systems dan EMR saat ini tidak terpengaruh. Harap perhatikan bahwa saat ini kami tidak dapat mengirim atau menerima email apa pun," tulis Elexon di akun Twitter-nya, Jumat (15 Mei 2020).

National Grid sedang menyelidiki apakah serangan itu dapat mempengaruhi bagian dari bisnisnya yang ditugaskan untuk menyalakan lampu kepada masyarakat. National Grid adalah jaringan transmisi tenaga listrik bertegangan tinggi yang melayani Inggris Raya, yang menghubungkan stasiun pembangkit dan gardu induk, serta memastikan listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi permintaan di tempat lain.

Seorang juru bicara operator sistem energi mengatakan pasokan listrik tidak terpengaruh dan sudah dilakukan "langkah-langkah keamanan siber yang kuat" untuk memastikan Inggris terus menerima pasokan listrik yang dapat diandalkan.

"Kami telah menyadari adanya gangguan cyber pada sistem IT internal Elexon.  Kami sedang menyelidiki masalah ini dan dampak potensial pada jaringan IT kami sendiri," ujar juru bicara tersebut.

Elexon adalah elemen penting dari pasar listrik Inggris karena bertugas memantau dengan seksama listrik yang dihasilkan oleh perusahaan energi untuk mencocokkannya dengan apa yang diharapkan oleh National Grid, dan untuk memastikan bahwa generator dibayar dengan jumlah yang tepat untuk energi yang mereka hasilkan.

Elexon mengatakan telah "mengidentifikasi akar penyebab serangan cyber" dan "bekerja keras untuk menyelesaikan masalah".

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) Inggris mengidentifikasi peningkatan jumlah ancaman yang mengeksploitasi pandemi CoronaVirus.

Menteri luar negeri Inggris, Dominic Raab, sebelumnya mengutuk serangan cyber yang menargetkan para ahli kesehatan global, rumah sakit, dan sistem perawatan kesehatan. Raab  bersumpah untuk bekerja sama dengan sekutu Inggris dan "akan meminta pelaku bertanggung jawab serta berkolaborasi mencegah aktivitas cyber berbahaya di seluruh dunia".

Pekan lalu dua perusahaan yang terlibat dalam membangun rumah sakit darurat CoronaVirus mendapat serangan cyber. Insiden terjadi pada awal Mei.

Interserve, perusahaan yang membantu membangun rumah sakit NHS Nightingale di Birmingham, dan BAM Construct, yang mengirim pasokan rumah sakit di Yorkshire dan Humber, telah melaporkan serangan cyber tersebut kepada pihak berwenang.

#Sektorenergi   #infrastrukturkritis   #Inggris   #keamananinformasi   #serangancyber   #fasilitaslistrik

Share:




BACA JUGA
Mengapa Apple Menentang Undang-Undang Keamanan Daring Inggris?
WhatsApp dkk Menentang Aturan Enkripsi yang Digodok Inggris
Inggris Kerahkan Tentara Sibernya Lawan Operasi Militan Disinformasi Asing
Giliran Australia Memukul TikTok. Geng Five Eyes Akhirnya Kompak Larang Aplikasi
Anggota DPR AS Ini Kritik Pelarangan TikTok. Sebut Big Tech AS Harus Diperlakukan Sama