IND | ENG
Mengapa Bos Snapchat Yakin TikTok Bisa Ungguli Instagram

Bos Snap.Inc Evan Spiegel

Mengapa Bos Snapchat Yakin TikTok Bisa Ungguli Instagram
Yuswardi A. Suud Diposting : Senin, 20 Januari 2020 - 16:00 WIB

Cyberthreat.id - Chief Executive Officer (CEO) Snap.Inc  Evan Spiegel meyakini TikTok bisa menjadi lebih besar dibanding rival dekatnya, Instagram.

Bos perusahaan yang menaungi Snapchat itu tak malu-malu mengakui bahwa dirinya adalah fans berat TikTok.

"Saya suka TikTok. Saya fans beratnya," kata Spiegel di panggung pertemuan tahunan Digital Life Design Conference di Munich, Jerman, seperti dilaporkan Bloomberg, Senin (20 Januari 2020).

TikTok mengejutkan dunia teknologi setelah mendapat sambutan luar biasa sejak diluncurkan pada September 2016. Pengguna aplikasi berbagi video pendek besutan perusahaan China ByteDance Inc itu terus melonjak dari tahun ke tahun. Pada kuartal pertama 2018, penggunanya sudah mencapai 45,8 juta orang.

Jumlah itu terus menanjak. Penggunanya berasal dari sluruh dunia. Pada Maret 2019, TikTok mencetak sejarah baru: diunduh lebih dari 1 miliar kali.

Hasil penelitian terbaru oleh Sensor Tower menempatkan Tiktok di urutan kedua aplikasi terbanyak diunduh sepanjang 2019 dengan total unduhan 700 juta kali. Sementara di urutan pertama, bertengger WhatsApp, aplikasi perpesanan milik Facebook yang diunduh 850 jut akali pada periode yang sama. Sementara Messenger, Facebook, dan Instagram masing-masing berada di urutan tiga, empat, dan lima.

Padahal, pada 2018 TikTok masih bertengger di urutan keempat, menggeser Instagram ke urutan lima.

"Melihat pertumbuhannya, sangat mungkin TikTok bisa menjadi lebih besar dari Instagram," kata Spiegel yang aplikasi Snapchat miliknya berada di posisi sembilan.

Ironisnya, ada peran Facebook dan Instagram juga dalam pertumbuhan TikTok. Sebab, ByteDance telah lama menghabiskan uang untuk beriklan di Facebook dan Instagram yang kini menjadi saingan terdekatnya.

Bos Facebook, Mark Zuckerberg, tentulah orang yang paling 'tertampar' dengan lompatan besar TikTok. Sebab, pada 2016 dan 2017, empat aplikasi milik perusahaannya masih menempati urutan teratas.

Mark Zuckerberg bukannya tak menyadari ancaman dari popularitas TikTok. Baru-baru ini, Instagram menyematkan filter baru di Boomerang yang menyerupai TikTok.

Tiga bulan lalu, tepatnya pada Oktober 2019, saat berbicara di Georgetown University, Mark sempat melontarkan kritik pedas untuk TikTok.

"Sementara layanan kita  seperti WhatsApp, digunakan oleh pendemo dan aktivis di mana-mana karena enkripsi dan perlindungan privasi yang kuat, pada TikTok, aplikasi China yang berkembang cepat di seluruh dunia, menyebutkan bahwa protes itu disensor, bahkan di Amerika Serikat," kata Zuckerberg seperti dikutip dari mashable.com, . "Apakah itu internet yang kita inginkan?"

China, kata Mark,"sekarang mengekspor visi mereka tentang internet ke negara lain."

"Sampai saat ini, internet di hampir setiap negara di luar China ditentukan oleh platform Amerika dengan nilai-nilai kebebasan ekspresi yang kuat. Tetapi tidak ada jaminan nilai-nilai ini akan menang. Satu dekade lalu, hampir semua platform internet utama adalah milik Amerika. Hari ini, enam dari sepuluh adalah China," sambung Mark saat itu.

TikTok memang disebut-sebut menghapus sejumlah video atas permintaan pemerintah China, terutama konten soal aksi demonstrasi menentang pemerintah di Hong Kong.

Namun, tudingan itu dibantah TikTok. "Pemerintah China tidak meminta TikTok menyensor konten dan tidak punya yurisdiksi karena TikTok tidak beroperasi di sana. Untuk lebih jelas, kami tidak menghapus video berdasarkan konten protes Hong Kong," bantah TikTok.

Beberapa hari sebelum berbicara di Georgetown University, pada 1 Oktober 2019, situs techcrunch.com mendapatkan rekaman pandangan Mark tentang TikTok yang disampaikan dalam sebuah pertemuan internal.

"..TikTok yang dibangun oleh perusahaan ByteDance yang berbasis di Beijing ini, benar-benar produk internet yang dibangun oleh salah satu raksasa teknologi China yang cukup baik di seluruh dunia. Dimulai dari AS, terutama dipakai oleh anak muda, Mereka berkembang sangat cepat di India. Saya pikir ini melampaui Instagram di India. Jadi ya, ini fenomena sangat menarik," kata Mark.[]

#snapchat   #facebook   #instagram   #markzuckerber   #evanspiegel   #tiktok

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Vietnam dan Filipina Sorot Keamanan TikTok
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook
Perlindungan Data Pribadi, Meta Luncurkan Facebook dan Instagram Bebas Iklan di Eropa