
Ilustrasi TikTok
Ilustrasi TikTok
Cyberthreat.id - TikTok, media sosial populer asal China, diawasi oleh Vietnam dan Filipina karena dugaan pelanggaran hukum dan keamanan.
Pemerintah Vietnam menemukan bahwa TikTok menyimpan data ilegal di servernya, seperti informasi pribadi pengguna dan konten yang melanggar hukum Vietnam. TikTok juga dinilai tidak bisa menyaring konten yang berbahaya bagi anak-anak, seperti kekerasan, pornografi, dan propaganda politik. Itu sebabnya, pemerintah Vietnam meminta TikTok untuk mematuhi aturan negara itu atau menghadapi sanksi.
Seorang peneliti dari Australia, Dr Jin Lee, mengatakan bahwa TikTok mungkin akan menyesuaikan diri dengan permintaan pemerintah Vietnam agar bisa tetap beroperasi di sana.
"Hanya untuk memastikan tetap visible dan terus menjalankan bisnis di negara tersebut," kata Jin Lee seperti dikutip The Straits Times baru-baru ini.
TikTok sendiri tidak memberikan jawaban yang jelas tentang bagaimana mereka bekerja sama dengan pemerintah Vietnam. Mereka hanya mengatakan bahwa mereka menghormati hukum setempat dan akan berkolaborasi dengan pihak yang berwenang.
Di Filipina, TikTok juga dicurigai sebagai alat mata-mata dan serangan siber oleh China.
Pemerintah Filipina membentuk tim khusus untuk menyelidiki apakah TikTok menyalahgunakan data pengguna dan mengancam keamanan nasional.
Jika terbukti, TikTok bisa diblokir secara total di Filipina. Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Eduardo Año, mengatakan bahwa TikTok mungkin mengumpulkan data pribadi pengguna untuk kepentingan China. Dia mengatakan bahwa pemerintah Filipina akan memberikan rekomendasi untuk memblokir TikTok jika hal itu terbukti.[]
Share: