IND | ENG
Anggota BRTI Sebut Regulasi eSIM Belum Perlu

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Anggota BRTI Sebut Regulasi eSIM Belum Perlu
Andi Nugroho, Eman Sulaeman Diposting : Jumat, 06 September 2019 - 20:22 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Setyardi Widodo, menilai regulasi untuk eSIM (embedded SIM card) untuk saat ini masih belum diperlukan.

“Ini (eSIM) kemungkinan membawa banyak perubahan model bisnis. Kita belum menentukan hal-hal yang terkait itu, kita baru mencermati saja,” ujar Setyardi di Jakarta, Jumat (6 September 2019).

Sementara itu, operator telekomunikasi Smartfren telah menghadirkan layanan eSIM di Indonesia.

Dalam pengoperasiannya, Smartfren hanya mengganti SIM card fisik menjadi eSIM, namun BRTI akan mencermati perubahan model bisnis lainnya akibat penggunaan eSIM, salah satunya kehadiran “non-fisik” operator luar negeri di Indonesia, maupun sebaliknya.

Smartfren memungkinkan pelanggan SIM card fisik untuk beralih ke eSIM, sementara bagi mereka yang ingin pelanggan baru yang ingin memanfaatkan layanan eSIM tersebut harus melakukan registrasi terlebih dahulu dengan membawa KTP serta Kartu Keluarga.

Setyardi mengatakan penggunaan eSIM tidak menjadi masalah asalkan proses registrasi dilakukan secara benar.

Meski begitu, efisiensi yang didapat dari penggunaan eSIM masih sangat kecil, yakni hanya pengguna iPhone XR, XS dan XS Max. “Kalau kondisi sekarang sedikit, masih kecil (jumlah efisiensinya),” ujar Setyardi seperti dikutip dari Antaranews.com.

Terpisah, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan, layanan eSIM) akan semakin berkembang di Tanah Air, terutama akan membantu menghemat biaya yang selama ini dikeluarkan untuk produksi kartu SIM fisik.

Untuk memproduksi sebuah kartu SIM fisik, kata dia, operator harus merogoh kocek minimal Rp 15 ribu. Dengan menggunakan eSIM, maka biaya produksi dapat ditekan hingga 80 persen.

“Kartu SIM fisik harga produksinya itu sekitar Rp 15 ribu. Itu sudah dengan biaya packing dan lain-lain. Belum lagi distribusi. Jadi, harga sampai ke konsumennya jadi mahal. Nah, kalau dengan eSIM, tinggal buka web dan daftar. Lebih mudah. Belum lagi kartu SIM nanti nempel bukan hanya di handphone, tapi jam tangan dan sebagainya juga. Itu yang diharapkan,” kata Merza di Jakarta.

Melihat potensi efisiensi tersebut,  Merza yakin, akan ada operator-operator seluler lain akan mengikuti jejak Smartfren menghadirkan eSIM. Pasalnya, saat ini hanya Smartfren yang sudah merilis eSIM untuk para pelanggannya di Indonesia.

“Sangat mungkin semua operator memakai eSIM. Namun karena sekarang hanya iPhone (seri XS) yang mendukung eSIM, jadi belum ada yang mau. Ke depannya, kalau sudah mendukung di handphone lain, pasti banyak yang mau pakai eSIM,” kata Merza.

#smartfren   #operatortelekomunikasi   #esim   #brti   #kartuesim

Share:




BACA JUGA
Smartfren Uji Coba Jaringan 5G Tahap Kedua
Menang Lelang Frekuensi 2,3GHz, Ini Langkah Telkomsel dan Smartfren
Telkomsel dan Smartfren Lolos Tahapan Lelang Harga Frekuensi 2,3Ghz
Telkomsel, XL, dan Smartfren Berebut Frekuensi 2,3GHz
Microsoft Rilis Simulator Serangan Siber Berbasis AI