IND | ENG
Microsoft Rilis Simulator Serangan Siber Berbasis AI

Microsoft | Foto: windowscentral

Microsoft Rilis Simulator Serangan Siber Berbasis AI
Tenri Gobel Diposting : Minggu, 11 April 2021 - 14:00 WIB

Cyberthreat.id – Microsoft merilis simulator serangan siber sumber terbuka (open-source)  yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML).

Tim Riset Microsoft 365 Defender dalam postingan blognya (8 April 2021) menamai simulator itu “CyberBattleSim” yang dibangun menggunakan antarmuka OpenAI Gym berbasis bahasa pemrograman Python.

Kode CyberBattleSim tersedia di https://github.com/microsoft/CyberBattleSim.

OpenAI Gym ini, kata Microsoft, merupakan toolkit populer yang menyediakan lingkungan interaktif bagi peneliti untuk mengembangkan, melatih, dan mengevaluasi algoritma baru untuk melatih agen otonom, seperti halnya dalam video game, simulator robotika, dan sistem kontrol.

Agen otonom tersebut seperti pemain dalam video game; bedanya dalam simulator ini agen otonom menghadapi serangan siber yang mesti dimenangkan.

"Semakin banyak agen memainkan permainan, semakin pintar mereka melakukannya," kata Tim Riset Microsoft 365 Defender, William Blum, dikutip dari laman blog perusahaan, Minggu (11 April 2021).

OpenAI Gym yang digunakan CyberBattleSim perlu melalui pengalaman berulang. Dari berulang kali itu, algoritma tersebut dapat mempelajari strategi efektif atau dapat dimanfaatkan untuk pelatihan agen otomatis, yang kemudian bermanfaat dalam menyiapkan berbagai tantangan keamanan siber.

CyberBattleSim memodelkan bagaimana penyerang menyebar secara lateral melalui jaringan setelah penyusupan awal. Penyerang dalam lingkungan simulasi telah ditentukan ini mencoba mengeksploitasi kerentanan, sedangkan agen pertahanan memblokir penyerang atau mengurangi aktivitas serangannya.

Microsoft mengatakan sebenarnya banyak dari aktivitas yang disimulasikan itu terdapat dalam sistem XDR seperti Microsoft Defender atau SIEM seperti Azure Sentinel. Hanya, Microsoft berharap komunitas peneliti keamanan dapat memanfaatkan simulator ini untuk lebih memahami bagaimana AI dapat menganalisis gerakan pasca-pelanggaran dan lebih baik mempertahankannya.

"Kami mengundang para peneliti dan ilmuwan data untuk mengembangkan eksperimen kami. Kami sangat senang melihat pekerjaan ini berkembang dan menginspirasi dan cara inovatif untuk mendekati masalah keamanan,"  kata Microsoft, dikutip dari BleepingComputer. []

Redaktur: Andi Nugroho

#simulatorserangansiber   #microsoft   #cyberbattlesim   #AI   #Machinelearning

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
Microsoft Merilis PyRIT - Alat Red Teaming untuk AI Generatif
Utusan Setjen PBB: Indonesia Berpotensi jadi Episentrum Pengembangan AI Kawasan ASEAN