
Ilustrasi.
Ilustrasi.
Jakarta, Cyberthreat.id - Viralnya catatan menu maskapai Garuda Indonesia yang bertulis tangan tak urung membuat Kementerian Komunikasidan Informatika (Kominfo) menerbitkan klarifikasi dan menyemplungnya ke kanal hoax di website resmi Kominfo.go.id. Padahal informasi itu adalah review dari YouTuber yang juga selebgram Rius Vernandes (@rius.vernandes).
Pada laman Kominfo.go.id, pada kanal Laporan Isu Hoaks, soal catatan menu Garuda Indonesia itu ada di tulisan berjudul Catatan Menu Garuda Indonesia Ditulis Tangan disebut disinformasi.
Disebutkan, telah beredar di salah satu media sosia twitter, tentang viralnya Catatan Menu yang ditulis tangan kepada penumpang di pesawat Garuda Indonesia kelas bisnis.
Cek pernyataan Rius Vernandes dan penjelasan dari pramugari terkait dengan menu makanan mulai menit 2.20.
"Faktanya, M. Ikhsan Rosan selaku VP Corporate Secretary Garuda Indonesia menyatakan bahwa catatan tersebut bukanlah menu card yang dibagikan kepada penumpang oleh awak kabin, tetapi foto catatan tersebut adalah catatan pribadi salah satu awak kabin yang tidak untuk disebarluaskan," begitu keterangan dari Kominfo.go.id.
Ditambahkan, bahwa Ikhsan juga menjelaskan bahwa senantiasa tersedia menu card pada setiap penerbangan internasional kelas bisnis. "Selain itu, Garuda Indonesia juga menghimbau agar foto catatan awak kabin tersebut untuk tidak disebarluaskan, karena dapat menimbulkan misleading."
Adalah YouTuber yang juga selebgram Rius Vernandes (@rius.vernandes) yang mengunggah menu makanan itu ke stories IG-nya. Sebagai reviewer soal pesawat terbang dan segala isinya, Rius mengulas tentang menu makanan kelas bisnis di Garuda Indonesia dalam penerbangan Sydney-Denpasar.
Rius memotret menu makanan yang dibagikan pramugari Garuda Indonesia dalam selembar kertas yang ditulis tangan.
Rius dalam videonya yang diunggah di YouTube pada 14 Juli 2019 menyatakan bahwa dirinya sebetulnya menyayangkan mengapa sekelas Garuda menu makanan di selembar kertas dan ditulis tangan.
Menurut pramugari yang bersangkutan, seperti dikutip dari video tersebut, menu makanan masih dalam pencetakan. Pernyataan pramugari tersebut lalu dikutip oleh Rius dan diunggah di Stories IG-nya.
Lalu Garuda Indonesia pun meradang dan melaporkan Rius ke polisi. Surat panggilan dari Polres Kota Bandara Soekarno Hatta itu dilayangkan kepada Rius dan kekasihnya, Elwiyana Monica. Foto surat panggilan itu kemudian diunggah oleh Rius pada Selasa (16 Juli 2019) sekitar pukul 12.00.
"Guys, gw sama elwi dapat panggilan dari polisi mengenai masalah ini. Kami di laporkan atas dugaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Gw yakin kalian tau kalau gw TIDAK ADA maksud sama sekali untuk mencemarkan nama baik siapapun," tulis Rius di akun Instagram-nya.
"Gw sangat minta support kalian soal ini. Semuanya. Siapa pun. Kalian semua punya suara. Terutama teman2 influencer. Gw harap kalian bisa bantu share dan support gw dalam masalah ini karena gw gak mau di masa depan ketika kita review sesuatu dengan apa adanya, ketika kita memberikan kritisi yang membangun, kita bisa di pidana. "
"Gw akan menghormati segala peraturan hukum yang ada dan akan menjalani semua ini. Gw sama sekali tidak merasa mencemarkan nama baik. Gw tidak takut. Tapi tidak ada kah cara yang lebih kekeluargaan dalam menyelesaikan masalah ini?"
Warganet pun beramai-ramai mendukung Rius.
Lalu, kenapa Kominfo menyebut ini disinformasi.
Share: