
Ilustrasi via Print.in
Ilustrasi via Print.in
Cyberthreat.id - Seorang mantan pelatih atletik yang bekerja di beberapa universitas di Amerika Serikat ditangkap atas tuduhan melakukan penipuan meminta foto tidak senonoh atletnya melalui akun media sosial palsu dan penguntitan di dunia maya (cyberstalking).
Menurut Departemen Kehakiman AS di laman resminya yang diakses pada Senin (12 April 2021), mantan pelatih itu bernama Steve Waithe, 28 tahun, asal Chicago, Illionis. Waithe, kata DOJ, bekerja di Northeastern University di Boston dari Oktober 2018 hingga Februari 2019.
Selama waktu itu, lanjut DOJ, Waithe diduga sering meminjam ponsel atlet perempuannya dengan alasan akan membantu mengambil momen atlet itu saat latihan.
Dikutip dari Threatpost, Senin (12 April 2021), tampaknya ketika memiliki akses ke ponsel atletnya, Waithe kemudian mencuri foto atlet itu. Saksi mata mengatakan kepada penegak hukum bahwa mereka melihat Waithe mengutak-atik perangkat atletnya.
Waithe kemudian menghubungi atlet perempuan di Northeastern University menggunakan akun media sosial palsu pada Februari 2020 dan mengatakan bahwa dirinya menemukan foto-foto itu secara online. Waithe pun menawarkan untuk menghilangkannya, kata kantor kejaksaan AS, seperti dilaporkan Threatpost.
Untuk menghilangkan foto itu yang diklaim tersedia di internet, Waithe berdalih itu bisa dilakukan dengan cara mereka mengirim gambar tidak senonoh atau setengah telanjangnya kepadanya. DOJ mengatakan bahwa Waithe membuat akun media sosial mengatasnamakan "pelindung privasi", ada juga dengan nama "Katie Janovich", dan "Anon" diikuti dengan berbagai angka.
Tak hanya itu, Waithe juga dituduh sejak Juni hingga Oktober 2020 menggunakan akun media sosial palsu dan nomor telepon anonim untuk memata-matai (cyberstalk) salah satu atletnya, bahkan membobol akun Snapchat atletnya.
"Penyelidikan mengungkapkan bahwa pencarian internet dan riwayat penjelajahan yang terkait dengan Waithe diduga termasuk pencarian informasi tentang cara meretas akun Snapchat dan kunjungan ke halaman web dengan judul seperti, 'Adakah yang bisa melacak akun Instagram palsu saya kembali kepada saya?'," kata DOJ.
Studi Palsu "Perkembangan Tubuh"
Tidak puas dengan aksinya melalui media sosial, Waithe yang menyamar sebagai "Katie Janovich" atau "Kathryn Svoboda" pun juga menghubungi atlet melalui email berkedok tawaran berpartisipasi dalam penelitian tentang "perkembangan tubuh".
Email kepada para atlet itu meminta informasi rinci mengenai tinggi, berat dan gizi, serta foto diri atlet dengan pakaian renang. " Email tersebut sering menyertakan lampiran contoh gambar tidak senonoh dan setengah telanjang dari "Katie" untuk menggambarkan jenis foto yang harus dikirim oleh korban," kata DOJ.
Atlet yang menerima email itu pun percaya, dan menurut dokumen pengadilan, ada 10 korban dengan skema penipuan berkedok "studi pengembangan tubuh" dan lebih dari 300 gambar dan semi telanjang korban di akun email Waithe.
Selama karirnya, Waithe melatih di beberapa institusi selain Northeaster yakni Universitas Concordia di Chichago, Institut Teknologi Illinois, Universitas Negeri Penn dan Universtias Tennesse. DOJ pun meminta melaporkan jika menjadi salah satu korban Waithe.
Karena perbuatannya, Waithe diberikan hukuman hingga lima tahun penjara, tiga tahun masa pembebasan dalam pengawasan dan denda sebesar US$250.000 (setara Rp3,6 miliar). Tak hanya itu, Waithe juga dijatuhi 20 tahun penjara dengan tuduhan penipuan dengan bantuan komunikasi elektronik (wire fraud) serta denda US$250.000. []
Editor: Yuswardi A.Suud
Share: