
Rahma Sarita (Instagram/@rahmasarita_jufri)
Rahma Sarita (Instagram/@rahmasarita_jufri)
Cyberthreat.id - Mantan presenter Rahma Sarlita yang kini bekerja sebagai staf ahli pimpinan MPR RI diberhantikan dari jabatannya. Penyebabnya, Rahma mengunggah plesetan Pancasila di media sosial miliknya.
Pemberhentian Rahma diumumkan oleh Wakil Ketua MPR dari Fraksi Nasdem, Lestari Moerdjiat. Sebelumnya, Rahma memang bekerja sebagai staf ahli untuk Lestari.
"Dengan ini memberhentikan Staf Ahli atas nama Rahma Sarita dengan alasan tidak melakukan tanggung jawab sebagai Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR. Ketidaksesuaian dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 mengenai Lambang Negara dan tidak menjalankan kebijakan MPR dalam menjaga dan menyosialisasikan Empat Konsensus Kebangsaan," demikian antara lain bunyi surat pemberhentian Rahma tertanggal 13 Desember 2020 nomor 033/LM/MPRRI/XII/2020 yang beredar di media sosial.
Dalam keterangan tertulisnya, Lestari membenarkan surat pemecatan itu. Suratnya ditujukan kepada Sekretariat Jenderal MPR.
Lestari mengatakan, para tenaga penunjang MPR seperti staf khusus dan tenaga ahli, berkewajiban mendukung pimpinan MPR.
"Pada saat yang sama, melekat juga kewajiban anggota MPR pasal 13 huruf (a) untuk memegang teguh dan mengamalkan Pancasila," ujarnya.
Lestari menambahkan, anggota dan pimpinan MPR juga harus memiliki sikap dan garis tegak lurus tunduk pada konstitusi, memegang teguh Pancasila sebagai ideologi negara.
"Dengan demikian, hal itu harus menjadi dasar perilaku, tindakan dan pemikiran para staf khusus dan staf tenaga ahli tanpa terkecuali, termasuk dalam penghormatan kepada lambang negara sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009," katanya.
Sebelum surat pemecatan itu beredar, Rahma sebelumnya mengunggah plesetan Pancasila di media sosialnyaa yang disebutnya sebagai 'Pancasila versi Negara Wakanda.
Berikut konten yang ditulis Raham dan diduga menjadi alasan pemberhentiannya.
Pancasila versi Negara Wakanda:
1. Ketuhanan yang berkebudayaan
2. Kemanusiaan untuk golongan sendiri dan tidak beradab untuk golongan lainnya
3. Perpecahan Wakanda
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh oligarki kekuasaan
5. Ketidakadilan sosial bagi yang berseberangan dengan penguasa
Wakanda merujuk kepada negara fiksi dalam film buatan Marvel Comics yang merupakan kampung halaman dari pahlawan super Black Panther. Wakanda pertama kali muncul dalam Fantastic Four #52, dan dibuat oleh Stan Lee dan Jack Kirby.
Rahma sendiri lewat akun Twitter @rahmasarita menyampaikan maaf atas unggahan itu seperti terlihat di bawah ini.
"Dear Netizen yang Budiman, pagi pagi bangun tidur saya cek semua aku medsos saya penuh komentar hujatan karena saya dianggap menghina Pancasila, mohon maaf jika terjadi kesalahpahaman," kata Rahma.
Menurutnya, apa yang ditulis dalam unggahan itu adalah sebuah sindiran untuk mengkritik perkembangan situasi saat ini dengan merujuk negara fiktif Wakanda.
"Saya merujuk negara fiktif Wakanda, seandainya negara itu ada, sama sekali bukan Burung Garuda secara utuh. Kalau banyak yang kurang berkenan sekali lagi saya mohon maaf, semoga ini bisa menjelaskan maksud dari postingan kemarin," katanya.[]
Share: