IND | ENG
Go-Jek Gandeng Jouska Beri Literasi Keuangan untuk Driver

Pengemudi ojek online sedang menjemput penumpang di Jakarta. | Foto: Rahmat Herlambang/Cyberthreat.id

Go-Jek Gandeng Jouska Beri Literasi Keuangan untuk Driver
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Rabu, 26 Juni 2019 - 21:07 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id –  Go-Jek menjalin kerja sama dengan Jouska Indonsia untuk memberikan pelatihan berupa literasi keuangan kepada mitra pengemudi (driver) melalui program Bengkel Belajar Mitra (BBM). Jouska adalah perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan keuangan.

Head of Communication Transport Marketing Go-Jek, Pingkan Irwin, mengatakan, program BBM sebetulnya telah dilakukan sejak November 2018 yang berlangsung di lima kota, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Hingga kini, antusiasme pengemudi cukup tinggi.

Pingkan berharap 2.000 driver yang mengikuti pelatihan literasi keuangan tersebut mampu mengelola pendapatan dengan baik seiring perkembangan dunia digital saat ini. Di sisi lain, melalui program Go-Jek Swadaya, Go-Jek bersama sejumlah institusi pun memberikan akses khusus bagi pengemudi dalam layanan finansial, keringanan biaya operasional, dan produk asuransi terjangkau yang bisa dibayarkan setiap hari.

“Saat ini sudah era digital, kita memudahkan driver untuk menabung dan juga memiliki asuransi. Nanti, mereka bisa memanfaatkan fasilitas itu melalui Go-Pay,” ujar Pingkan di Jakarta, Rabu (26 Juni 2019).

Sementara, Co-founder Jouska, Farah Dini Novita, berharap dengan adanya literasi keuangan, para driver dapat memiliki kehidupan finansial yang lebih baik, khususnya di era digital.

“Saat ini teknologi sudah makin berkembang, semua sudah semakin mudah, kita harus banyak melakukan literasi keuangan dengan memanfaatkan teknologi tersebut agar perekonomian masyarakat semakin baik,” ujar dia.

Farah juga mengingatkan agar pengemudi jangan meminjam uang di fintech ilegal yang justru merugikan dirinya sendiri.

“Saya tekankan kepada mereka untuk pinjam atau hutang hanya di institusi resmi, seperti bank. Jangan ke fintech ilegal, sudah bunganya tinggi, data kita juga belum tentu aman kalau disimpan oleh mereka,” ujar dia.

Redaktur: Andi Nugroho

#gojek   #ojekonline   #jouskaindonesia   #pengemudigojek

Share:




BACA JUGA
GoTo Pangkas Massal 1.300 Karyawan
Bikin Akun Driver Pakai Identitas Curian dari Dark Web, Pria Ini Terancam 22 Tahun Penjara
Driver Gojek Pakai Topeng Saat Verifikasi Wajah dan Bawa Kabur Macbook Rp67 Juta
Gojek dan Tokopedia Digugat Rp2 Triliun
Tudingan SATRIA Rp3 Miliar, BSSN: Komentar Disinformasi Memang Luar Biasa