IND | ENG
Perusahaan Asuransi Bagikan Data 1 Juta Orang Swedia ke Facebook, Google dan Lainnya untuk Pemasaran

Ilustrasi via friss.com

Perusahaan Asuransi Bagikan Data 1 Juta Orang Swedia ke Facebook, Google dan Lainnya untuk Pemasaran
Yuswardi A. Suud Diposting : Rabu, 04 November 2020 - 12:15 WIB

Cyberthreat.id - Folksam, salah satu perusahaan asuransi terbesar di Swedia, mengungkapkan pelanggaran data sekitar 1 juta orang Swedia setelah membagikan info pribadi pelanggan dengan beberapa raksasa teknologi.

Dilansir dari Bleeping Computer, Rabu (4 November 2020), Kepala Pemasaran dan Penjualan Folksam, Jens Wikstrom, mengatakan Folksam menyadari adanya kebocoran data setelah melakukan audit internal. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Otoritas Perlindungan Data Swedia (Datainspektionen).

"Perusahaan yang telah menerima data pribadi dari Folksam, misalnya, Facebook, Google, Microsoft, Linkedin, dan Adobe," kata  Wikström.

"Tujuannya adalah, antara lain, untuk menganalisis informasi apa yang ditelusuri pelanggan dan pengunjung lain yang masuk di folksam.se," ujarnya.

Data pribadi sensitif yanvg dibagikan oleh Folksam tersebut termasuk nomor jaminan sosial, yang banyak digunakan di Swedia untuk aktivitas sehari-hari termasuk perbankan, dan informasi tentang siapa yang telah membeli asuransi kehamilan

Menurut Wikstrom, hasil analisis dari data bersama digunakan oleh raksasa teknologi untuk menyajikan penawaran khusus melalui saluran komunikasi Folksam dan perusahaan lain.

"Ini tidak boleh terjadi dan kami sekarang sedang bekerja keras agar tidak terjadi lagi. Kami memetakan data pribadi mana yang kami bagikan dengan mitra kami dan cara kami membagikannya. Kami bekerja secara paralel untuk memastikan bahwa kami memiliki rutinitas dan perjanjian yang diperbarui," kata Wikstrom

"Tujuan kami dengan ini adalah untuk menganalisis dan memberikan pelanggan kami penawaran yang disesuaikan, tetapi sayangnya kami belum melakukannya dengan cara yang benar," tambah Wikström.

Setelah menemukan pelanggaran tersebut, Folksam segera berhenti membagikan informasi sensitif tersebut dengan mitra digitalnya dan meminta agar informasi tersebut dihapus oleh perusahaan yang menerimanya.

"Kami memahami bahwa ini dapat menimbulkan kekhawatiran di antara pelanggan kami dan kami menganggap serius apa yang telah terjadi," kata Wikstrom. "Kami segera berhenti membagikan informasi pribadi ini dan meminta agar dihapus."

Folksam mengatakan bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa data sensitif yang dibagikan telah digunakan oleh pihak ketiga secara tidak benar.

Folksam adalah salah satu investor terbesar di beberapa perusahaan besar Swedia dan merupakan salah satu manajer aset terbesar Swedia sebagai pengawas aset asuransi senilai US$ 50 miliar menurut Bloomberg.[]

#folksam   #swedia   #profiling   #kebocorandatapribadi

Share:




BACA JUGA
Mudik Bareng Kok Kumpulkan Data Pribadi? Pakar: Penyelenggara Harus Badan Publik
Swedia Bentuk 'Badan Pertahanan Psikologis' Hadapi Propaganda Rusia, China dan Iran
Swedia Tuding Intelijen Militer Rusia Retas Swedish Sport Confederation
Lelang 5G Diprotes China, Swedia Disebut Tak Punya Bukti Soal Ancaman Huawei
Mengapa Software Berbasis AI untuk Profiling Pelamar Kerja Ancam Privasi?