IND | ENG
Sindikat Penggelapan Pajak Menggunakan Infrastruktur Canggih Dibekuk di Hungaria

Ilustrasi | Foto: Europol

Sindikat Penggelapan Pajak Menggunakan Infrastruktur Canggih Dibekuk di Hungaria
Arif Rahman Diposting : Rabu, 01 Juli 2020 - 19:35 WIB

Cyberthreat.id - Sebuah operasi penegakan hukum internasional yang melibatkan lima negara Uni Eropa (UE) berhasil membekuk kelompok kejahatan terorganisir yang telah menyebabkan kerugian 3,4 miliar forints HUF (sekitar € 9,7 juta) dari anggaran negara Hungaria. Kasus ini disebut sebagai penggelapan pajak Value-Added Tax (VAT) atau PPN.

Pada Selasa (23 Juni 2020), aparat terkait menggeledah 33 bangunan milik geng kejahatan di wilayah Hongaria, Austria, Ceko, Slovakia, dan Serbia dalam serangkaian penangkapan terkoordinasi. Para penyelidik kemudian menyita satu properti real estate dengan nilai pasar 12,5 juta forints HUF (sekitar € 36.200 euro).

Operasi internasional ini menyusul penyelidikan sebelumnya yang dipimpin Badan Pajak Nasional dan Administrasi Bea Cukai Hungaria berkolaborasi dengan Polisi Ceko; Departemen Anti-Korupsi Serbia; kantor penyelidikan Pajak Austria; Kepolisian Negara Austria dari Salzburg dan Tirol; serta Kepolisian Slovakia.

Sindikat ini menggunakan infrastruktur canggih untuk memfasilitasi penggelapan pajak yang tersebar di berbagai negara dalam dua tahun terakhir. Para penjahat membeli produk makanan dengan permintaan tinggi (misalnya gula dan minyak goreng) dari produsen di Kroasia menggunakan perusahaan saluran yang terdaftar di Ceko dan Slovakia.

Barang-barang itu kemudian dipindahkan ke Hungaria tanpa membayar PPN (Value-Added Tax/VAT) dan selanjutnya dikirim ke pengecer di pasar domestik.

Dengan tidak membayar PPN ke kas Hungaria, para penjahat mendapatkan margin 27% (tingkat PPN di Hungaria) yang mereka gunakan untuk menurunkan harga barang. Dengan demikian, para penjahat ini dapat menawarkan produk makanan dengan harga yang sangat kompetitif, mendapatkan keuntungan yang melanggar hukum dibandingkan pedagang yang mematuhi aturan hukum.

Koordinasi dengan UE

Europol mendukung penyelidikan kasus ini sejak awal dengan menyediakan jaringan yang aman (secure network) untuk pertukaran informasi. Termasuk support melalui data analitik dan operasional dalam mendeteksi serta melaporkan semua serangan internasional yang relevan kepada pihak berwenang Hungaria.

Europol mengerahkan seorang spesialis di Hungaria untuk memberikan dukungan analitik secara real-time kepada tim investigasi. Spesialis itu juga melakukan ekstraksi data yang tersimpan dengan aman di perangkat seluler yang disita.

Selain itu, Europol juga mendirikan Pos Komando Virtual (Virtual Command Post) yang menyediakan saluran komunikasi yang aman untuk para peserta serta dukungan analitik real-time bagi tim investigasi yang berada di luar Hungaria.

MITC Fraud

MTIC Fraud (Missing Trader Intra-Community fraud) adalah penjahat 'kerah putih' yang hanya mempengaruhi pemerintah, tetapi konsekuensinya jauh lebih besar dari itu. Miliaran euro yang di-organisir geng-geng kejahatan berhasil meraup uang dari para pembayar pajak sah melalui skema penipuan ini.

Jika dibiarkan, kondisi seperti ini dapat menemukan jalan ke tangan yang jauh lebih berbahaya, dan pada akhirnya merampok uang warga negara yang diarahkan ke pemerintah untuk mendanai layanan publik yang vital.

Itu sebabnya kenapa penipuan MTIC diidentifikasi sebagai prioritas bagi Uni Eropa untuk periode 2018-2021 dalam perjuangannya melawan kejahatan terorganisir.[]

#Europol   #pertukaraninformasi   #penghindaranpajak   #securenetwork   #sistemelektronik

Share:




BACA JUGA
Europol Mengejar Tersangka Yang Berada Dibalik Ransomware DoppelPaymer
Operator Ransomware Lockbit Rusia Ditangkap di Kanada
Pengawas Data Uni Eropa Minta Europol Hapus Data Warga yang Tak Terkait Kriminal
150 Orang Ditangkap Terkait Sindikasi Penjualan Narkoba di DarkNet
Mengapa SIM Swap di Indonesia Sangat Mudah Terjadi?