IND | ENG
Heboh Seruan Boikot Produk Unilever karena Dukung LGBT, Netizen: Gak Sekalian Boikot Facebook dan Twitter?

Foto: Unilever mendukung hak-hak LGBT

Heboh Seruan Boikot Produk Unilever karena Dukung LGBT, Netizen: Gak Sekalian Boikot Facebook dan Twitter?
Yuswardi A. Suud Diposting : Kamis, 25 Juni 2020 - 18:24 WIB

Cyberthreat.id - Jagat sosial media hari ini, Kamis (25 Juni 2020) dihebohkan dengan seruan memboikot produk Unilever, perusahaan Inggris - Belanda produsen kebutuhan sehari-hari dari perawatan tubuh, sabun mandi, hingga sabun cuci piring.

Seruan itu bermula dari sebuah postingan di Instagram Unilever yang menyatakan dukungan terhadap hak-hak LGBTQ (lesbian, gay, bisexual, transgender, queer or questioning) yang diunggah enam hari lalu.

"Kami berkomitmen untuk membuat kolega LGBTQI + kami bangga dengan kami seperti kami. Itu sebabnya kami mengambil tindakan bulan Pride ini," tulis Unilever di Instagramnya pada tanggal 19 Juni 2020.

Sebagai aksi nyata dari dukungannya, tulis Unilever, perusahaan mengatakan menandatangani Deklarasi Amsterdam untuk memastikan semua orang di Unilever mendapat akses yang sama.

"Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia adalah yang membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua adalah apa yang akan  membuat kita lebih baik," tutup akun internasional @Unilever.

Unggahan itu pun menuai kontroversi. Seruan memboikot produk Unilever pun bermunculan. Bahkan, ada pula yang meminta Unilever untuk bertobat.

"Saya dengan bangga memberi kabar pada anda kalau saya tidakk akan membeli produk-produk anda lagi. Sekian dan terima kasih," tulis pemilik akun @kangabay_

"Innalillahi..boycott unilever product!," tulis @septianie_sefa

"Astagfirullah, tobat bos," sambar @nurrahmanii.

Tak hanya di Instagram, di jejaring sosial Twitter, kata "Unilever" dan "LGBT" masuk dalam daftar trending topic hingga sore ini.

Di Google Trends, kata "Produk Unilever" termasuk dalam salah satu dari 10 pencarian terpopuler hari ini.

Selain seruan boikot, sejumlah netizen juga mempertanyakan mengapa seruan boikot hanya ditujukan kepada Unilever. Padahal, sejumlah perusahaan global seperti Facebook (induk perusahaan Instagram dan WhatsApp), Apple, Starbuck, Adidas, BMW, Twitter, dan masih banyak lagi, juga pernah menyatakan dukungannya untuk persamaan hak bagi kaum LGBT.

"Itu yang katanya minta boikot unilever, nih gue kasih daftar mana aja yang mendukung lgbt sekalian. Biar lo boikot dah tuh semua!" tulis akun Twitter @baoiswtty.

"Wuiih ada yang lagi rame nih, katanya mau boikot unilever? HAHAHA yakin lu? Produknya tuh banyak banget dan lu pake tiap hari. Boikot brand karena dia support LGBT, lucu dah. Itu hp sm sosmednya ga sekalian lu boikot. Jangan nanggung2 dah," sambar yang lain.

Produk Unilever
Berawal dari penggabungan perusahaan Margarine Unie (Belanda) dan perusahaan pembuat sabun Lever Brother (Inggris), Unilever kini menjelma menjadi perusahaan produsen aneka kebutuhan sehari-hari. Dari makanan, es krim, penyedap rasa, sabun mandi, pasta gigi, penghilang bau  badan, produk kecantikan, dan lainnya.

Kini, ada lebih 400 produk yang dipasarkan Unilever di 190 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Penasaran apa saja produknya? Berikut beberapa di antaranya:

1. Makanan dan Minuman
- Blue Band (margarine)
- Lipton (teh)
- Royco (penyedap rasa)
- Walls (es krim)
- Bango (kecap)
- Buavita (minuman kemasan)
- Sariwangi (teh)

2. Perawatan rumah tangga
- Cif (pembersih serbaguna)
- Domestos (pembersih kloset)
- Surf (sabun cuci pakaian)
- Rinso (sabun cuci pakaian)
- Sunlight (sabun cuci piring)
- Molto (pelembut pakaian)
- Super Pell (pembersih lantai)
- Vixal (pembersih keramik)
- Wipol (karbol wangi)

3. Produk kecantikan
- Axe (wewangian)
- CloseUp (odol)
- Pepsodent (odol)
- Dove (brand kecantikan)
- Lifebuoy (sabun mandi dan shampo)
- Lux (sabun mandi)
- Ponds (perawatan kulit dan wajah)
- Rexona (penghilang bau badan)
- Sunsilk (shampoo)
- Vaseline (pelembab kulit)
- Citra (perawatan kulit)
- Clear (shampoo)
- Fair & Lovely
- Zwitsal (produk perawatan bayi)
- Pepsodent

Nah, itulah sebagian merek produk Unilever yang akrab dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Anda termasuk yang berencana boikot?[]

#unilever   #instagram   #lgbt   #pride   #produkunilever   #unileverindonesia   #sabunmandiunilever

Share:




BACA JUGA
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Perlindungan Data Pribadi, Meta Luncurkan Facebook dan Instagram Bebas Iklan di Eropa
Meta Selipkan Kata Teroris pada Pengguna Instagram Palestina, Bias Digital?
Menkominfo Ancam Laporkan Facebook dan Instagram ke Polisi Jika Tak Bersihkan Konten Judi
Instagram Threads Dihentikan di Eropa karena Masalah Privasi