
R Chandrasekhar
R Chandrasekhar
Cyberthreat.id - Seorang pria berusia 49 tahun di India mengajukan keluhan terhadap Google Maps karena telah merusak pernikahannya. Pria yang diketahui bernama R Chandrasekhar itu melaporkan keluhannya kepada polisi setempat gara-gara platform tersebut membuat rumah tangganya tidak harmonis.
Dalam laporannya Chandrasekhar mengaku telah mengalami masalah emosional, masalah keluarga, kekerasan keluarga, hingga penyiksaan karena informasi yang salah mengenai keberadaannya di aplikasi Google Maps.
"Selama beberapa bulan terakhir, istri saya terus-menerus memindai fitur 'Your Timeline' di Google Maps dan tidak membiarkan saya tidur karena dia selalu mempertanyakan di mana saya berada," katanya dilansir Time News, Jumat (22 Mei 2020).
Menurut Chandrasekhar, istrinya terus menerus memikirkan fitur Your Timeline suaminya sehingga semakin terpengaruh hingga mempengaruhi anggota keluarga lainnya.
Fitur Your Timeline pada Google Maps menyajikan histori lokasi yang telah dikunjungi. Histori yang disajikan perhari dan bahkan tempat yang paling sering dikunjungi atau yang baru saja dikunjungi. Histori ini bersifat pribadi dan hanya pemilik akun Google Maps atau perangkat yang tersambung yang bisa melihatnya.
Ketika fitur ini diaktifkan, maka riwayat perjalanan pengguna akan terekam oleh Google Maps, tapi layanan Google Maps juga memungkinkan pengguna untuk menjeda histori lokasi untuk direkam. Bahkan menghapus riwayat dan mengedit jika ada kesalahan tempat pada Linimasa. Pengguna juga dapat mengedit lokasi dan waktu saat berkunjung ke lokasi yang tertera.
Chandrasekhar mengatakan dirinya banyak menderita kerugian. Pada 20 Mei, fitur Your Timeline di Google Maps menyajikan daftar riwayat perjalanannya yang terdiri dari tempat-tempat yang tidak pernah dia kunjungi. Data yang tidak akurat membuat dia kewalahan untuk menjelaskan kepada istrinya yang sudah menaruh curiga.
"Saya tidak dapat menjawab pertanyaannya. Dan istri saya tidak mendengarkan apa pun yang dikatakan keluarga, kerabat, teman-teman dan penasihat kami. Dia tetap lebih percaya Google lebih dari hal lain," ujarnya.
Dalam laporannya Chandrasekhar meminta Kepolisian setempat untuk mengambil tindakan tegas terhadap Google dan memastikan keadilan baginya.
"Saya juga meminta Google memberi kompensasi karena menyebabkan begitu banyak perselisihan."
Petugas investigasi, K Singaravelu, mengatakan Kepolisian tidak bisa menyiapkan laporan informasi (FIR) atau dokumen ketika menerima informasi tentang pelanggaran. Dalam kasus ini, kata dia, tidak ada rencana untuk melakukannya sementara persoalan lebih kepada rumah tangga pribadi.
"Kami sedang mempertimbangkan untuk memanggil pasangan suami dan istri itu dan menasihati mereka. Jika itu tidak berhasil, kita akan melihat langkah apa yang harus diambil selanjutnya," kata Singaravelu.[]
Redaktur: Arif Rahman
Share: