
Tampilan baru dasbbor data sebaran virus corona di situs covid19.go.id
Tampilan baru dasbbor data sebaran virus corona di situs covid19.go.id
Cyberthreat.id - Dasbor yang memuat data perkembangan penanganan Covid-19 di situs resmi covid19.go.id telah bersalin wajah. Data yang ditampilkan menjadi lebih lengkap, namun tanpa kluster penularan dan tidak termasuk rincian per kabupaten/kota. Selain itu, belum mendukung format mobile.
Diakses pada Selasa pagi, 28 April 2020, kanal "Sebaran" yang sebelumnya hanya memuat peta sederhana persebaran kasus dan data sebaran per provinsi, kini dilengkapi dengan sejumlah data lain seperti riwayat sebaran Covid19 sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret; perkembangan kasus sembuh, meninggal dan dalam perawatan per hari; perkembangan kasus per provinsi; jenis kelamin; kelompok umur; gejala yang dialami dan penyakit penyerta yang dialami oleh pasien positif Covid-19. Ada juga data tren nasional dari hari ke hari. Data ditampilkan dalam bentuk peta dan grafis interaktif yang cukup informatif.
Setiap jenis data dapat disimpan dalam bentuk file gambar, data (format JSON, CSV, XLSX, HTML dan PDF), dan bisa juga langsung dicetak.
Sayangnya, data yang dimunculkan hanya menampilkan rincian sampai level provinsi. Tidak ada rincian per kabupaten/kota. Selain itu, data klaster penularan juga belum ada. Sebagai contoh, klaster penularan dari pertemuan jamaah tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan, yang telah menyebar ke sejumlah daerah lain, tidak ada datanya di sana.
Tidak Kompatibel untuk Pengguna Ponsel
Kekurangan lainnya, data berupa sejumlah grafis interaktif yang baru dimunculkan situs covid19.go.id itu tidak kompatibel untuk pengguna ponsel.
Ketika cyberthreat.id mengakses lewat ponsel, grafis tersebut hanya muncul sebagian. Ketika tampilannya dikecilkan agar memuat keseluruhan data, datanya malah jadi menumpuk, bahkan ketika ponsel diputar mendatar.
Data bertumpuk saat diakses dengan ponsel dalam posisi vertikal
Data masih bertumpuk saat diakses dengan ponsel dalam posisi mendatar
Grafis interaktif yang dipakai situs covid19.go.id itu menggunakan layanan berbayar dari Amcharts. Ini terlihat dari ketika grafis disimpan dalam format gambar, nama file secara otomatis ditawarkan untuk disimpan dengan nama "Amcharts".
Situs amcharts.com memang menawarkan sejumlah paket. Mulai dari paket gratisan/free lisense, lisensi website tunggal/single website lisense, hingga paket all in one untuk tampilan mobile, desktop dan aplikasi. Harganya dipatok US$ 90 hingga US$ 8.925.[]
Berita terkait:
Share: