IND | ENG
Makin Dilarang, Zoom Malah Raih 300 Juta Pengguna Harian

Ilustrasi

Makin Dilarang, Zoom Malah Raih 300 Juta Pengguna Harian
Arif Rahman Diposting : Sabtu, 25 April 2020 - 10:02 WIB

Cyberthreat.id - Aplikasi video konferensi (VTC) Zoom menyatakan telah mencapai 300 juta pengguna harian aktif secara global. Kenaikan jumlah pengguna ini sangat fantastis karena bulan lalu, atau kurang dari sebulan, Zoom telah mengumumkan pengguna hariannya mencapai 200 juta atau naik 50 persen dalam waktu tiga pekan.

Padahal di berbagai negara tengah terjadi banyak pelarangan penggunaan Zoom.

CEO Eric Yuan mengumumkan angka pengguna harian ini pada Jumat (24 April 2020) waktu setempat. Ia sekaligus menyatakan rencana 90 hari ke depan yang akan dilakukan Zoom. Platform ini juga akan menguraikan peluncuran versi baru aplikasi pekan depan dengan lebih banyak fitur enkripsi.

Saham Zoom ditutup naik hampir 5% di New York pada penutupan pekan lalu dan berada di angka $ 150,25 namun terus mendekati puncak hit $ 160.

Produsen mobil Jerman Daimler adalah perusahaan terbaru yang melarang penggunaan Zoom untuk semua konten perusahaan. Dalam keterangannya Daimler menyatakan "Ada beberapa laporan tentang celah keamanan dan tantangan terkait perlindungan data," kata juru bicara Mobil Mercedes-Benz Christoph Sedlmayr dilansir RTE, Sabtu (25 April 2020).

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Daimler melarang penggunaan Zoom untuk konten perusahaan hingga pemberitahuan lebih lanjut," tambahnya.

Bloomberg News juga melaporkan perusahaan teknologi nirkabel NXP telah melarang penggunaan aplikasi dengan pihak eksternal. Karyawan Ericsson di Swedia juga telah disarankan untuk tidak menggunakan Zoom, tetapi menggunakan Teams.

Daftar larangan Zoom terus bertambah yang sebelumnya telah mencakup banyak sekolah di dunia, SpaceX milik Elon Musk, bank-bank Standard Chartered yang berfokus di Asia serta pemerintah di Jerman, Taiwan dan Singapura.

Alex Stamos dan Lea Kissner

Zoom telah menunjuk mantan kepala keamanan Facebook, Alex Stamos, dan sejumlah pakar lain untuk menanggapi keluhan terhadap celah keamanan dan rumor tentang ketidakamanan platformnya.

Para peneliti keamanan mengatakan insiden Zoombombing, yang menyebabkan tamu tak diundang menghadiri/menginterupsi rapat Zoom, itu banyak disebabkan oleh pilihan sederhana yang dibuat oleh jutaan pengguna baru aplikasi.

"Perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang masuk akal termasuk memberikan host kemampuan untuk mengunci rapat dan membatasi peserta yang hadir."

Bagi pelanggan korporat, Zoom menekankan kepada masalah enkripsi dan siapa yang menyimpan catatan atau dapat mendengarkan rapat lebih penting, tujuannya untuk melindungi informasi perusahaan yang berharga, atau memenuhi kewajiban privasi kepada pelanggan.

Lea Kissner, konsultan keamanan untuk Zoom yang sebelumnya memimpin teknologi privasi global di Google, mengatakan enkripsi 256-bit GCM yang diperkenalkan dengan Zoom 5.0 pekan depan seiring dengan apa yang digunakan orang lain dalam industri ini.

"Semua pelanggan Zoom akan beralih ke mode kriptografi baru mulai 30 Mei," kata Kissner.

Terkait kritik terhadap langkah Zoom yang telah merutekan beberapa data melalui server di China, Zoom mengatakan administrator akun dapat memilih regional data center untuk setiap pertemuan. Kebijakan ini telah diambil bulan lalu. []

#Zoom   #penggunaaktif   #VTC   #belajardirumah   #bekerjadirumah   #keamananinformasi   #privasi

Share:




BACA JUGA
Praktik Privacy Lokasi yang Menyesatkan Konsumen, Google Dihukum Bayar Denda Rp1,429 triliun
Instagram Threads Dihentikan di Eropa karena Masalah Privasi
PP Undang-Undang PDP Diluncurkan September
Giliran Australia Memukul TikTok. Geng Five Eyes Akhirnya Kompak Larang Aplikasi
Menjernihkan Keruhnya Penyalahgunaan Data