IND | ENG
Teknologi amVoice Diklaim Lebih Aman Dibanding Sidik Jari

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Teknologi amVoice Diklaim Lebih Aman Dibanding Sidik Jari
Tenri Gobel Diposting : Selasa, 18 Februari 2020 - 20:59 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Uniphore, perusahaan otomatisasi layanan percakapan, mengenalkan perangkat lunak keamanan percakapan (conversational security) yang bernama “amVoice” yang dapat mengenali seseorang dari suaranya.

Teknologi berbasis kecerdasan buatan ini merupakan rangkaian produk dari platform Conversational Service Automation milik Uniphore.

“Seperti halnya sidik jari, setiap suara manusia juga memiliki keunikan sendiri. Dari situ mesin dapat mengindetifikasi orang tersebut,” ujar Co-founder dan Presiden Uniphore Asia Pasifik, Ravi Saraogi, dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa (18 Februari 2020).

Dengan “amVoice” tersebut pertanyaan otentikasi keamanan yang seringkali ditanyakan oleh para agen customer service melalui kontak pusat (call center) suatu perusahaan akan hilang. “Agen digital secara langsung dapat mengontetikasi dengan menggunakan suara pelanggan itu sendiri,” kata Ravi.

Ravi menjelaskan bahwa dalam menangkap suara pelanggan, “amVoice” melakukan tiga cara, yaitu secara karakteristik fisik suara, kebiasaan bercakap, dan dari frekuensi suara.

Sistem “amVoice” memverifikasi identitas secara otomatis menggunakan biometrik unik dari suara individu. Sistem bisa menangkap lebih dari 30 parameter suara seseorang (termasuk frekuensi yang tidak terdengar oleh telinga manusia), terlepas dari perangkat akses dan bahasa.

“Ini adalah metode yang lebih aman dan efektif daripada sidik jari,” kata dia.

Menurut Ravi, dengan “amVoice” ini menjamin perlindungan terhadap pencurian identitas dan penipuan. “Tak perlu pertanyaan keamanan seperti nama ibu kandung atau tempat tanggal lahir lagi untuk memastikan orang itu, karena ‘amVoice’ dapat mengenali suara Anda dan secara otomatis memverifikasi itu Anda,” kata Ravi.

Tujuan dari pembuatan “amVoice” sendiri untuk memangkas waktu otentikasi saat pelanggan melakukan layanan telepon serta memberikan pelanggan pengalaman yang baik dan memuaskan.

Saat ini “amVoice” sudah digunakan oleh sejumlah perbankan dan asuransi untuk mempermudah proses otentikasi pelanggan. Pengguna juga bisa menggunakan voice-print atau hasil cetak suara untuk verifikasi akun. Artinya, menghilangkan kebutuhan untuk proses otentikasi keamanan secara manual.

Uniphore juga memiliki dua produk perangkat lunak lain berbasis AI, yaitu auMina dan Akeira.

Sistem “auMina” membantu agen call center untuk memberikan insight dari hasil percakapan pelanggan.

“auMina menghasilkan analitik dan visualisasi yang sangat canggih dari kecenderungan pelanggan untuk berhenti menggunakan produk/jasa, kepuasan pada produk/jasa, kecenderungan untuk menggunakan produk/jasa kembali, atau apakah pelanggan diprioritaskan untuk melakukan penjualan lebih atau penjualan silang,” tulis Uniphore dalam rilisnya.

Sementara, sistem “Akeira” berupa asisten percakapan atau agen digital berkemampuan AI yang membuat saran selama panggilan telepon berlangsung, secara proaktif mencari informasi, mengambil tindakan atau membuat ringkasan paska-panggilan telepon.

Akeira menggunakan model machine learning untuk memahami maksud dan pertanyaan pengguna yang mana untuk memberikan respons yang relevan dalam berbagai bahasa.

Uniphore saat ini sudah beroperasi di Amerika Utara, Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Jepang, Hong Kong & India. Sistem Conversational Artificial Intelligence telah mencakup lebih dari 100 bahasa di dunia, termasuk beberapa dialek.[]

#amvoice   #aumina   #akeira   #uniphore   #ravisaraogi   #conversationalserviceautomation   #sidikjari   #pengenalsuara

Share:




BACA JUGA
Tim AI dan Keamanan Siber BRIN Ciptakan Aplikasi Pengenal Wicara untuk Medis
Empat Negara yang Sudah Menggunakan Kartu Identitas Biometrik
Tahun 2024, Pasar Biometrik Seluler Diprediksi Mencapai US$ 15,6 Miliar
Celah Keamanan di Pemindai GeoVision Bikin Hacker Bisa Curi Sidik Jari
Jaga Privasi Pengguna, Peramban Brave Acak Sidik Jari