IND | ENG
Brave 1.0, Browser Pertama yang Tawarkan Proteksi Privasi

Brave | Foto: Brave.com

Brave 1.0, Browser Pertama yang Tawarkan Proteksi Privasi
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 14 November 2019 - 16:29 WIB

Cyberthreat.id – Brave Software, pengembang peramban web (browser), Brave, baru saja merilis peramban v1.0 pada Rabu (13 November 2019).

Brave adalah browser grais dan menggunakan sumber terbuka (open source) yang diklaim menawarkan privasi dan platform iklan digital berbasis blockchain.

Brave Software berdiri pada 28 Mei 2015 oleh Brendan Eich (salah satu pendiri Mozill Project dan pencipta JavaScript) dan Brian Bondy. Brendan pertama kali mengenalkan Brave pada 20 Januari 2016 sebagai alternatif peramban.


Berita Terkait:

Dalam pernyataan yang diunggah di blognya, perusahaan menyatakan, Brave adalah peramban sumber terbuka “yang berani secara mendasar mengubah cara pengguna, penerbit, dan pengiklan berinteraksi secara online”.

Brave memberi pengguna pengalaman penelusuran yang lebih pribadi, lebih aman, dan 3-6x lebih cepat,” tutur Brendan, pendiri dan CEO Brave Software.

“Internet saat ini telah ‘rusak’. Dan, pengguna paling menderita. Mereka dilacak, ditandai, dan dieksploitasi,” ia menambahkan.

Brendan mengatakan, kondisi tersebut tidak hanya melanggar privasi, tetapi juga memperlambat pemuatan halaman, menguras baterai, dan membuat pengalaman yang mengecewakan.

“Sementara itu, penerbit kehilangan pendapatan dengan kecepatan tinggi karena beberapa perusahaan super raksasa dan terlalu banyak perantara teknologi iklan.”

“Pengiklan membuang-buang waktu dan uang untuk industri yang dipenuhi dengan penipuan,” kata Brendan.

“Kapitalisme telah menjangkiti web terlalu lama, dan kami telah mencapai titik perubahan kritis, di mana privasi secara default tidak lagi menjadi hal yang baik untuk dimiliki, tetapi harus dimiliki,” ia menambahkan.


Berita Terkait:


Dari persoalan tersebut, kata dia, peramban Brave 1.0 adalah jawabannya. “Brave 1.0 adalah browser yang dirancang ulang, mentransformasikan web untuk menempatkan pengguna pertama kali pada privasi, platform iklan berbasis web,dan platform pembayaran,” kata dia.

Dengan Brave, kata Brendan, web bisa menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi semua, tanpa pengguna membayar dengan privasi mereka.

#browserbrave   #brave   #browser   #privasi   #perlindungandatapribadi   #antiphishing   #antimalware   #antipelacakanweb   #bravesoftware   #brendaneich

Share:




BACA JUGA
Praktik Privacy Lokasi yang Menyesatkan Konsumen, Google Dihukum Bayar Denda Rp1,429 triliun
Wakil Kepala BSSN, Suntana: Kebutuhan Melindungi Data Nasional Sangat Penting
Instagram Threads Dihentikan di Eropa karena Masalah Privasi
PP Undang-Undang PDP Diluncurkan September
Opera Luncurkan Opera One dengan Konsep Pengelompokan Tab Baru