
Ilustrasi Instagram | Foto: Faisal Hafis
Ilustrasi Instagram | Foto: Faisal Hafis
Cyberthreat.id - Anak anda pengguna media sosial? Facebook, Twitter dan Instagram dan jejaring lainnya. Pertengah tahun ini media di Amerika Serikat (AS) menyebut Instagram adalah platform medsos paling umum digunakan pedofil untuk mencari korbannya dengan metode Child Grooming.
Sebenarnya tidak mematok Instagram saja karena fakta menemukan bahwa Instagram menjadi pintu ke platform lain seperti Facebook, Twitter hingga saling kontak antara Pedofil dengan korban melalui telepon via WhatsApp.
Child grooming adalah sebuah pola jahat yang digunakan pedofil untuk mendekati korban dengan menjalin hubungan secara emosional, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Pedofil bisa berhubungan baik dengan keluarga atau orang tua para korban.
Sejauh ini aktivitas di Instagram yang digunakan Pedofil melalui direct message (DM), hashtag dan komentar di postingan anak. Mereka akan mengikuti apapun aktivitas korban mulai dari postingan berupa audio/video/gambar hingga chatting sesama Pedofil di akun korban.
Anda harus perhatikan kolom komentar di Instagram anak. Jika anda menemukan hal yang aneh dan di luar kewajaran, maka saatnya anda bertindak.
Hashtag yang ditempelkan ke akun anak anda juga demikian. Jika seorang gadis tertarik dunia model maka Pedofil biasanya langsung mengintai hashtag model. Lewat hashtag ini pedofil kemudian punya akses ke akun adik atau saudara anak yang awalnya jadi korban.
Perhatikan juga tombol like anak anda. Perhatikan siapa saja yang menekan tombol like tersebut. Teman sebaya atau guru sekolah hal yang lumrah berkomentar di akun Instagram anak anda. Namun jika orang lain, terlebih namanya enggak jelas, maka waspadalah.
Berikut empat hal yang harus orang tua lakukan jika anaknya pengguna Instagram:
1. Anda harus terlibat jika anak menggunakan media sosial, termasuk Instagram. Ingat, tidak setiap anak menyalahgunakan platform ini. Tetapi, jika Anda tahu risikonya, maka libatkan dan berbicaralah secara terbuka dengan anak-anak Anda tentang bagaimana mereka menggunakan aplikasi.
Anda harus sadar bahwa Instagram sebenarnya adalah aplikasi yang dibuat oleh orang dewasa dan untuk orang dewasa alias 17+.
2. Gunakan aplikasi pemantauan. Ada banyak aplikasi untuk pemantauan seperti Bark (7-hari gratis!) dan Covenant Eyes (30-hari gratis!). Ini bisa memantau media sosial dan aktivitas SMS anak-anak.
Ada baiknya anda berkonsultasi dengan orang yang tahu dan mengerti tentang aplikasi. Ada aplikasi yang memantau gambar dalam aplikasi untuk kepantasan dan mengingatkan orang tua ketika anak-anak menjelajah ke gambar yang tidak pantas. Lakukan sekarang juga!
3. Bicaralah dengan anak-anak Anda secara khusus tentang pesan langsung dan beri mereka petunjuk tentang apa yang harus dilakukan jika seseorang menyulitkan mereka.
4. Kunjungi situs Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) jika ingin memberikan laporan. Itu salah satu opsi utama. Kalau menemukan yang lebih parah anda segera lapor Polisi.
Share: