IND | ENG
Pendiri WikiLeaks Jalani Sidang Ekstradisi di London

Penangkapan Julian Assange. | Foto: Hacker News

Pendiri WikiLeaks Jalani Sidang Ekstradisi di London
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 11 Oktober 2019 - 21:09 WIB

London, Cyberthreat.id – Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, ditahan pada Jumat (11 Oktober 2019) setelah sidang singkat di Pengadilan London. Proses di pengadilan itu untuk memutuskan apakah ia harus diekstradisi ke Amerika Serikat atau tidak guna menghadapi tuduhan mata-mata.

Assange (48) menghadapi 18 dakwaan di AS termasuk berkonspirasi untuk meretas komputer pemerintah AS dan melanggar undang-undang spionase. Dengan tudingan tersebut, ia bisa menghabiskan beberapa dekade di balik jeruji penjara jika terbukti bersalah.

Sebuah video beredar yang menampakkan suasana dari Penjara Belmarsh di London timur. Tampak Assange berjanggut dan mengenakan sweater ungu. Ia berbicara untuk mengonfirmasi nama dan umurnya sebelum dikirim ke penjara sampai sidang berikutnya akhir bulan ini.


Berita Terkait:


"Saya sangat berharap kita dapat membuat beberapa kemajuan dalam kasus ini," kata Hakim Tam Ikram mengatakan pada akhir sidang yang hanya berlangsung lima menit di Pengadilan Westminster Magistrates London seperti diberitakan Reuters.

Assange, kelahiran Australia, menjadi terkenal ketika WikiLeaks menerbitkan ratusan ribu kabel diplomatik rahasia AS pada 2010. Tindakan Assange itu membuat marah AS.

Pada 2012, ia berlindung di Kedutaan Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, di mana ia dituduh melakukan kejahatan seksual. Namun, ia selalu membantah tudingan tesebut.

Dia diseret dari kedutaan pada April lalu setelah tujuh tahun dan dijatuhi hukuman penjara 50 pekan karena melewatkan jaminan. Hukuman itu selesai bulan lalu, tetapi dia tetap di penjara sementara selama kasus ekstradisinya berlanjut.

Dia dijadwalkan sidang kembali lagi, kali ini secara langsung, pada 21 Oktober.

#julianassange   #wikileaks   #amerikaserikat   #london

Share:




BACA JUGA
China Tuduh Amerika Lakukan Spionase Siber Selama Satu Dekade Terhadap Server Huawei
Pemerintah China Hantam iPhone, Demi Huawei Mate60 Pro?
Gedung Putih Panggil Sejumlah CEO Perusahaan Teknologi, Bahas Isu Kecerdasan Buatan
Italia Larang Sementara ChatGPT. Dituding Kumpulkan Data Pengguna secara Ilegal
Google vs Bing: Bersaing AI Generatif di Mesin Pencari