
Bing. Foto: Microsoft
Bing. Foto: Microsoft
Cyberthreat.id – Sejak teknologi AI generatif diadopsi ke Bing, mesin pencari Microsoft, persaingan mesin pencari mulai tinggi. Google yang selama ini memimpin pasar sektor ini juga telah mengenalkan teknologi AI-nya, Bard.
Perusahaan analisis Similarweb mengatakan, kunjungan ke halaman Bing telah meningkat 15,8 persen sejak Microsoft meluncurkan Bing yang mengadopsi teknologi AI generatif, GPT-4, (mesin di balik chatbot 'ChatGPT') pada 7 Februari lalu. Sementara, terjadi penurunan satu persen untuk mesin pencari milik Alphabet Inc, Google search, hingga 20 Maret.
Kenaikan tersebut menandai awal dari persaingan pembuat Windows itu dalam perlombaan dengan Google untuk dominasi AI generatif, menurut Reuters, diakses Kamis (23 Maret 2023).
Selama ini Google menjadi pemain yang mendominasi pasar dengan pangsa lebih dari 80 persen. Google telah merilis Bard secara publik pada Selasa lalu.
Unduhan aplikasi Bing juga melonjak delapan kali lipat secara global setelah integrasi AI sepanjang Februari – 11 Maret 2023, menyentuh angka 810 ribu (sebelumnya, 100.000 periode 1 Januari – 4 Februari), menurut firma riset aplikasi Data.ai . Sementara, unduhan aplikasi Google search turun dua persen pada periode yang sama—dari 2,98 juta (periode 1 Januari – 4 Februari) menjadi 2,91 juta.
Pekan lalu, OpenAI, pengembang di balik ChatGPT yang didanai Microsoft, merilis model kecerdasan buatannya GPT-4, peningkatan dari model GPT-3.5 yang terpasang di ChatGPT.
Sementara, Rabu (22 Maret), mereka juga telah memperbaiki bug yang menyebabkan masalah, di mana sejumlah kecil pengguna bisa melihat judul riwayat percakapan orang lain dengan chatbot tersebut.
Platform obrolan ChatGPT telah mengalami pertumbuhan yang meroket di tingkat konsumen sejak dirilis akhir 2022. Banyak orang di seluruh dunia berkreasi dengan perintah tertentu pada chatbot itu untuk membuat konten teks, seperti puisi, novel, skrip film hingga lelucon.[]
Share: