IND | ENG
BPPT: Indonesia Siap Jika E-Voting 

Ilustrasi e-voting

BPPT: Indonesia Siap Jika E-Voting 
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Sabtu, 27 April 2019 - 21:40 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Kepala Program e-Pemilu BPPT, Andrari Grahitandaru, menilai Indonesia sudah mampu melakukan pemilihan umum dengan cara e-voting. Ia mengatakan Indonesia sudah sangat siap termasuk dari segi peralatan yang akan digunakan.

"Alat untuk e-voting dikembangkan industri milik BUMN yaitu PT Inti yang sudah di didik untuk menerapkan sistem e-voting Pilkades," kata Andrari kepada Cyberthreat, Sabtu (27/04/2019).

Menurut dia, pengembangan alat untuk penerapan e-voting sesuai dengan asas Pemilu di Indonesia termasuk standar internasional yang digunakan. Selain itu, e-voting jauh lebih hemat dari segi anggaran dan pembiayaan. 

BPPT, kata Andrari, belajar dari India yang sudah lebih dulu menerapkan sistem Pemilu berbasis elektronik. Teknologi e-voting Indonesia juga sudah disesuaikan dengan ekosistem penyelenggaraan Pemilu.

"Secara teknologi, ekosistem penyelenggaraan, seperti halnya dengan penyelenggaraan Pemilu elektronik di India. Best practice kami disana sudah terpenuhi," ujarnya.

"Kami tinggal mengintermediasi saja. Jangan sampai pengguna di Pilkades atau pundi nasional tidak puas dengan teknologi yang disiapkan oleh BUMN ini."

Perangkat umum yang digunakan untuk sistem e-Voting diantaranya PC (personal computer), laptop, printer hingga smartcard reader. 

Untuk KTP Elektronik Reader menggunakan produk yang dikembangkan PT Inti. Begitu juga software yang digunakan untuk sistem ini merupakan hasil inovasi antara BPPT dan PT Inti.

"BPPT berinovasi melakukan alih teknologi dari BPPT kepada PT INTI untuk mengembangkan software e-Voting," kata Kepala Divisi Marketing dan Sales Engineer PT Inti Konten Indonesia, Hendy Sofyandi kepada Cyberthreat, Sabtu (27/04/2019).

Mengenai alokasi dana pengadaan alat e-voting, Hendy mengatakan tergantung pada jumlah kebutuhan alat tersebut. Misalnya satu e-voting untuk 800 sampai 1000 daftar pemilih tetap (DPT) serta butuh waktu dua sampai tiga bulan memproduksinya.

"Untuk skala nasional tentu membutuhkan analisa lebih lanjut dan perencanaan yang lebih matang. Saat ini PT Inti sudah mengembangkan sekitar 1000 alat untuk Pilkades di 981 desa. Kami memang merencanakan ke arah nasional," ujarnya.

#E-voting   #BPPT

Share:




BACA JUGA
KPU Tak Pakai E-Voting di Pemilu 2024
Ketika Swiss Menyuruh Bug Hunter Menyerang Sistem E-Voting Pemilu
KPU Akui Belum Siap Jika Pilkada Pakai Sistem E-Voting
PEMILU AS 2019-2020
AS Klaim Tidak Ada Bukti Serangan Hacker ke Mesin Pemilu
Peneliti Temukan Celah Kritis Sistem E-Voting Moskow