
Satelit Nusantara Satu | Foto: PT PSN
Satelit Nusantara Satu | Foto: PT PSN
Jakarta, Cyberthtreat.id – Satelit Nusantara Satu (SNS) milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) siap melayani kebutuhan internet di Indonesia.
SNS baru diluncurkan 22 Februari 2019 dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Pada 7 Maret 2019, SNS sukses mengorbit di 146 derajat Bujur Timur (BT) atau tepat di atas Papua sesuai jadwalnya. Saat ini, SNS sedang melakukan tes di orbit (in-orbit test) tahap akhir dan dalam kondisi normal.
“Dengan semangat ‘Satukan Indonesia’, satelit ini siap beroperasi agar dapat memberikan akses internet yang merata kepada seluruh masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso dalam siaran persnya, Senin (1/4/2019).
Pengendalian SNS, kata Adi, sementara masih dikendalikan oleh MCC Palo Alto milik SSL, tapi tetap di bawah pengawasan SCF Jatiluhur. Nantinya, SSL akan menyerahkan ke PSN jika serangkaian tes berjalan lancar.
SNS merupakan satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Throughtput Satellite (HTS) yang dapat memberikan layanan internet dengan kapasitas lebih besar dibandingkan satelit konvensional.
Selain itu, teknologi Next Generation Electric Propulsion pada SNS mampu membuat berat satelit menjadi sangat ringan saat peluncuran sehingga menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.
SNS hanya memiliki bobot sebesar empat ton, sedangkan kapasitas kargo Space-X adalah tujun ton. SNS melepaskan Forecone dan Satelit SSV2 di ketinggian sekitar Geosynchronous.
Adi mengatakan, beroperasinya SNS diharapkan dapat mengatasi kesenjangan internet yang terjadi. Saat ini baru sekitar 3 ribu desa yang berhasil dikoneksikan oleh PSN.
Ditargetkan hingga akhir 2019, jumlah desa yang terkoneksi internet mencapai 10 ribu desa. Dan, mencapai 25 ribu desa pada 2020-2021.
“Kami yakin, kemampuan yang dimiliki Satelit Nusantara Satu dapat membuka akses teknologi informasi yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah,” kata dia.
Share: