IND | ENG
Perang Tagar KPAI vs PB Djarum Populer di Medsos

Foto: PB Djarum

Perang Tagar KPAI vs PB Djarum Populer di Medsos
Zulfikar Akbar Diposting : Senin, 09 September 2019 - 15:50 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Keputusan PB Djarum menghentikan audisi bulu tangkis menyusul polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyita perhatian warganet. Per hari ini, Senin 9 September 2019, merebak perang tanda pagar (tagar) yang mewakili dukungan atas kedua belah pihak.

Sampai laporan ini dibuat, tangga trending topic di jejaring sosial Twitter dikuasai oleh tagar #KamiBersamaKPAI. Tercatat, per pukul 15.56 terdapat 7.169 cuitan yang mengangkat tagar tersebut, untuk mengungkapkan dukungan atas KPAI. 

Sebelumnya, tagar #BubarkanKPAI yang lebih menunjukkan dukungan terhadap PB Djarum justru mencatat cuitan jauh lebih banyak. Setidaknya, sampai artikel ini dibuat, tagar tersebut sempat mencatat 47,2 ribu cuitan. Praktis, tagar bernada kecaman terhadap KPAI itu yang justru mencatat cuitan paling banyak.

Tidak hanya KPAI, yayasan yang bersama-sama lembaga tersebut menggebrak PB Djarum, Yayasan Lentera Anak, pun menjadi sasaran. Tak kurang dari 6.863 cuitan berisikan tagar #BubarkanLenteraAnak.

Di luar itu, juga terdapat tagar yang spesifik yang melambungkan nama PB Djarum sendiri secara langsung. Paling tidak, PB Djarum mencatat cuitan hingga 91,4 ribu.

Tak pelak, hal itu memperlihatkan suara publik terkait sikap KPAI terhadap tekanan yang mereka lakukan terhadap PB Djarum yang notabene dinilai lebih berjasa dibandingkan lembaga perlindungan anak. 

Suara protes yang bergema di media sosial terhadap KPAI tersebut tentu saja bukanlah sepenuhnya meminta komisi tersebut bubar. Menilik cuitan demi cuitan yang muncul, terlihat lebih beraroma penentangan atas sikap KPAI yang dinilai mengikuti begitu saja keinginan sponsor, Bloomberg, namun tidak jeli melihat realitas.

Setidaknya, hal itulah yang diungkapkan oleh beberapa pengguna Twitter yang tertangkap oleh Cyberthreat.id berdasarkan tagar #BubarkanKPAI. 

Maklum, sebelumnya KPAI meminta supaya pihak PB Djarum untuk menghentikan kegiatan audisi dengan vonis bahwa mereka telah melakukan eksploitasi terhadap anak. 

Tak pelak, publik justru menunjukkan pembelaan terhadap PB Djarum, karena melihat bahwa lembaga tersebut mencatat sejarah di dunia olahraga, terutama cabang bulu tangkis. 

Selain itu, warganet juga menilai KPAI telah salah kaprah menghantam sebuah institusi karena tudingan yang mengada-ada. Sebab, KPAI bersama Yayasan Lentera Anak yang sama-sama disponsori oleh Bloomberg kompak menuding bahwa PB Djarum telah menjadikan kegiatan audisi bulu tangkis untuk melakukan promosi rokok secara terselubung.

Alasan itu juga sehingga per Sabtu 7 September 2019, pihak PB Djarum menyatakan menghentikan kegiatan audisi tersebut karena mengikuti permintaan KPAI sebagai salah satu otoritas terkait anak di Indonesia.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, menegaskan, bahwa rencana tersebut sudah dipertimbangkan pihaknya dalam beberapa pekan terakhir. Maka itu, terlepas audisi itu sendiri sudah berlangsung 13 tahun, dihitung sejak 2006, pihaknya memutuskan untuk menghentikannya per 2020. 

Ada nada kekecewaan yang sempat meluncur dari pihak PB Djarum hingga akhirnya mengambil keputusan tersebut. "Kami sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau," Yoppy menjelaskan. 

"Pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di 2020 kami memutuskan untuk menghentikan audisi umum," katanya. "Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kami hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik."

Di pihak lain, KPAI sendiri juga membeberkan bahwa sebenarnya mereka tidak menginginkan audisi tersebut dihentikan. Mereka berkilah hanya meminta supaya tidak ada logo yang berkaitan dengan perusahaan rokok dan merek rokok.

Namun, di media sosial juga beredar tangkap layar yang memperlihatkan desakan dari pihak KPAI supaya PB Djarum menghentikan audisi tersebut. Dalih yang mereka ungkapkan dari surat yang beredar itu, 

Di antara bunyi surat tersebut adalah: "Kami meminta kepada pimpinan Djarum Foundation untuk menghentikan kegiatan Audisi Badminton Djarum Foundation yang akan dilaksanakan di beberapa kota pada bulan Juli-November 2019 guna melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi industri rokok."

Terkait itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Senin 9 September 2019, pun menegaskan sikapnya terkait polemik tersebut. Menurutnya, tuduhan KPAI soal eksploitasi anak adalah sebuah tuduhan yang salah alamat.

"Sampai saat ini, Kemenpora tidak melihat terpenuhinya unsur kegiatan yang dapat dikualifikasikan sebagai tindakan dimaksud (eksploitasi anak, red)," ujar Imam.

Menurut Menpora, Djarum Foundation yang merupakan pengelola dana CSR PT Djarum telah melaksanakan ketentuan yang berlaku. Ketentuan tersebut adalah tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau, serta tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau tersebut.

Dalam rilisnya, pada poin keempat, Menpora juga menggarisbawahi bahwa Djarum Foundation merupakan bentuk nyata dari partisipasi masyarakat dalam mendanai keolahragaan yang sinergis kolaboratif sesuai ketentuan pemerintah.

Tak hanya itu, menurut Imam, kegiatan yang dilakukan Djarum Foundation khususnya untuk beasiswa bulutangkis sudah berhasil mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

Di sisi lain, dia juga menegaskan bahwa Kemenpora secara terbuka juga menunggu KPAI jika ingin memberikan klarifikasi atau rapat terbuka terkait permasalahan tersebut.

"Kemenpora mengharapkan dukungan KPAI untuk bersama-sama menggalakkan penggalangan partisipasi masyarakat untuk menambah alternatif sumber pendanaan keolahragaan," kata Imam lebih jauh.

Menurutnya, dukungan dari KPAI memang dibutuhkan pemerintah dan dunia olahraga. "Guna mendorong lahirnya atlet-atlet potensial di berbagai cabang olahraga yang diproyeksikan mengharumkan nama bangsa Indonesia pada berbagai kejuaraan atau pekan olahraga internasional," ia menandaskan.***

Redaktur: Zulfikar Akbar

#pbdjarum   #kpai   #djarumfoundation   #kemenpora   #menpora   #imamnahrawi   #olahraga   #tagar   #tandapagar

Share:




BACA JUGA
KPAI Minta Kominfo Revisi Regulasi Game Elektronik
RUU PDP Tak Kunjung Rampung, Kominfo Disebut Ngotot Lembaga Pengawas di Bawahnya
Kasus Kebocoran Data Terus Berulang, Pemerintah Harus Informasikan Perkembangan Kasus Sampai Selesai
Basis Data Pengaduan KPAI Dijual di Internet, BSSN: Ada Kebocoran Akun Server
KPAI Akui Data Miliknya Bocor di Internet