
Mark Zuckerberg/ABC News
Mark Zuckerberg/ABC News
Cyberthreat.id – Meta Platforms Inc, induk perusahaan Facebook dan Instagram, akan menghentikan lebih dari 11.000 orang atau sekitar 13 persen dari total karyawan.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal itu dipicu pendapatan perusahaan yang berkurang, terlebih Meta sedang fokus dalam pengembangan metaverse.
Pemangkasan karyawan tersebut akan menjadi yang terbesar pertama dalam sejarah perusahaan selama 18 tahun berdiri.
“Tidak hanya perdagangan online yang kembali ke tren sebelumnya, tapi penurunan ekonomi mikro, meningkatnya persaingan, dan hilangnya iklan menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan,” ujar CEO Meta Mark Zuckerberg dalam pernyataan yang diunggah di About Facebook, Rabu (9 November 2022).
“Kami mengambil langkah untuk menjadi perusahaan yang lebih ramping dan berhemat dengan memotong pengeluaran yang tidak perlu,” ia menambahkan.
“Saya tahu ini sulit untuk semua orang dan saya, terutama, minta maaf kepada mereka yang terkena dampak.”
Zuckerberg menyadari bahwa saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020, semua sektor serbacepat beralih ke online dan terjadi lonjakan e-commerce. Ia memperkirakan lonjakan bisnis tersebut akan berlanjut permanen, makanya perusahaan sempat menaikkan investasinya. Tapi, ternyata prediksi itu keliru.
“Kami telah memangkas biaya di seluruh bisnis kami, termasuk mengurangi anggaran, mengurangi keuntungan, dan mengecilkan jejak real estat kami. Kami sedang merestrukturisasi tim untuk meningkatkan efisiensi kami … jadi saya juga telah membuat keputusan sulit untuk membiarkan orang pergi,” katanya.[]
Share: