IND | ENG
Ribuan WNI Jadi Korban Penipuan Online Tawaran Kerja Ke Asia Tenggara

illustrasi

Ribuan WNI Jadi Korban Penipuan Online Tawaran Kerja Ke Asia Tenggara
Niken Razaq Diposting : Jumat, 28 Oktober 2022 - 14:04 WIB

Cyberthreat.id – Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha mengungkapkan sebanyak 1.018 warga negara Indonesia menjadi korban online scam atau penipuan online, dengan modus kerja keluar negeri.

“Mereka diiming-iming tawaran kerja di luar negeri di beberapa negara ASEAN,” kata Judha dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (28 Oktober 2022).

Judha mengatakan, laporan tersebut diterima antara Januari hingga Oktober 2022. Berdasarkan laporan tersebut, Kamboja menjadi negara paling banyak dilaporkan yakni 679 WNI, kemudian disusul Myanmar 143 WNI, Filipina 97 WNI, Laos 68 WNI, dan Thailand 31 WNI. 

Meski demikian, dari 1018 orang yang sudah berhasil dipulangkan, ada sejumlah WNI kembali melakukan kesalahan yang sama. Di mana, mereka kembali lagi berangkat ke luar negeri, tidak sesuai prosedur dan bekerja jenis perusahaan yang sama.

“Kami mendapat informasi bahwa WNI yang telah dipulangkan terpantau kembali lagi berangkat ke luar negeri,” kata Judha.

Ia menambahkan, untuk kasus di Kamboja, dari 679 WNI yang jadi korban, 514 di antaranya sudah berhasil diselamatkan dan dipulangkan ke Indonesia.Terhitung sejak Januari hingga Oktober 2022. Ia merincikan, selama bulan September-Oktober, terdapat 206 WNI yang sudah berhasil diselamatkan dan sudah berada di safe house yang disiapkan oleh KBRI Phnom Phnen.

Lalu, dari 206 WNI tersebut, 72 WNI diantaranya sudah dipulangkan pada 13 dan 23 Oktober 2022. Sedangkan sisanya, sebanyak 134 WNI masih dalam tahap pendalaman. Kemudian 31 WNI lainnya masih diupayakan penyelamatannya oleh kepolisian Kamboja.

“Kami juga telah mengirimkan tim khusus untuk bekerjasama dengan kementerian terkait untuk membantu penanganan korban online scam di Phnom Phen,” kata Judha.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dan tidak mengambil risiko bila menerima tawaran kerja ke luar negeri tanpa prosedur yang jelas. Ia meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja yang terdengar bagus, menawarkan gaji tinggi namun tidak meminta kualifikasi khusus.

Sebelum berangkat ke luar negeri untuk bekerja, masyarakat harus memeriksa kredibilitas perusahaan, caranya dengan melakukan cek ulang ke otoritas di daerah masing-masing atau kepada BP2MI.

“Modus yang lain adalah berangkat ke luar negeri tidak menggunakan visa kerja, melainkan menggunakan visa kunjungan wisata. Jika ada hal seperti ini, laporkan kepada otoritas setempat,”

#Kemenlu   #OnlineScam   #Kamboja

Share:




BACA JUGA
Kit Phising Menyamar Sebagai Merek Terkenal Menargetkan Pembeli AS
639 WNI Jadi Korban Penipuan Online di Kamboja
Kemenlu: WNIJadi Korban Online Scam Dari Perusahaan Kamboja Terus Meningkat
Indonesia Dimatai-matai Hacker China, Jubir Kemlu RI: Upaya Peretasan Kerap Terjadi