IND | ENG
Uber Masuk ke Bisnis Jualan Ganja Online, tapi Tak Antar ke Tempat

Ilustrasi via narcity.com

Uber Masuk ke Bisnis Jualan Ganja Online, tapi Tak Antar ke Tempat
Yuswardi A. Suud Diposting : Selasa, 23 November 2021 - 12:30 WIB

Cyberthreat.id - Uber Technologies Inc akan mengizinkan penggunanya di Ontario, Kanada, untuk memesan ganja dari aplikasi Uber Eats, menandai terjunnya raksasa ride-hailing ke dalam bisnis yang sedang booming, kata juru bicara perusahaan, Senin.

Dilansir Reuters, mulai Senin kemarin pengguna Uber di Ontario dapat memesan ganja lewat Uber Eats (semacam GoFood di Gojek atau GrabFood di aplikasi Grab), lalu mencari toko Tokyo Smoke di aplikasi, dan memesannya dari sana. Sayangnya, saat ini Uber belum dapat mengantarnya ke tempat pemesan. Karena itu, pembeli harus mengambil sendiri ke gerai fisik Tokyo Smoke terdekat.

Uber, sebelumnya yang telah mengirimkan minuman keras melalui unit Eats-nya, telah mengincar pasar ganja yang sedang berkembang. CEO-nya Dara Khosrowshahi mengatakan kepada media pada bulan April bahwa perusahaan akan mempertimbangkan untuk mengirimkan ganja ketika legalitasnya sudah jelas di Amerika Serikat.

Kanada melegalkan ganja rekreasi pada Oktober 2018, dan penjualan ganja 2021 di sana diperkirakan mencapai $ 4 miliar. Di AS, ganja rekreasi legal di 18 negara bagian, dan penggunaan ganja medis legal di sekitar tiga lusin negara bagian. Namun, ganja tetap ilegal di tingkat federal, meskipun ada upaya berulang kali untuk mendekriminalisasikannya.

Dengan lebih dari tiga tahun dalam legalisasi ganja rekreasi Kanada, negara tersebut berusaha untuk memperbaiki pasar ganja yang sakit, di mana produsen ilegal masih mengendalikan sebagian besar dari total penjualan tahunan.

Kemitraan ini akan membantu orang dewasa Kanada membeli ganja legal yang aman, membantu memerangi pasar ilegal bawah tanah yang masih menyumbang lebih dari 40% dari semua penjualan ganja non-medis secara nasional, kata Uber, Senin.

Ditanya tentang kemungkinan ekspansi ke provinsi Kanada lainnya, atau di Amerika Serikat, juru bicara Uber mengatakan "tidak ada lagi yang bisa dibagikan saat ini".

"Kami akan terus mengamati peraturan dan peluang dengan cermat pasar demi pasar. Dan seiring dengan berkembangnya undang-undang lokal dan federal, kami akan menjajaki peluang dengan pedagang yang beroperasi di wilayah lain," kata juru bicara Uber kepada Reuters.[]

#ganja   #uber   #ubereats

Share:




BACA JUGA
Twitter Menjadi Medsos Pertama yang Bolehkan Pemasaran Ganja
Ketum PB SEMMI Jadi Saksi Kasus YouTuber yang Tuding Ijazah Palsu Presiden Jokowi
Mantan Bos Keamanan Uber Dihukum karena Kebocoran Data 2016
Polisi London Tangkap Hacker Berusia 17 Tahun Diduga Retas Uber dan GTA 6
Kepolisian Inggris Tangkap Remaja Yang Diduga Berada Dibalik Peretasan Uber