IND | ENG
Jakarta Adakan Global Blockchain Summit: Apa Itu?

Ilustrasi | Foto: coinrevolution.com

Jakarta Adakan Global Blockchain Summit: Apa Itu?
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 10 Juli 2019 - 08:23 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Jakarta menjadi tuan rumah Global Blockchain Summit (GBS) tahun ini. Sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) blockchain dari perwakilan sejumlah negara baik Asia, Eropa, dan Amerika Serikat dijadwalkan hadir.

GBS akan mengulas berbagai tema, mulai kepentingan pembangunan berkelanjutan (SDGs), bisnis, industri, dan teknologi hingga ke proyeksi arah pembangunan dunia di era teknologi digital.

Cakupan tema tersebut sesuai dengan karakter teknologi blockchain yang dapat diterapkan dalam banyak aspek seperti bisnis, layanan publik hingga riset ilmu pengetahuan dan teknologi.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Blockchain Center of Execellence & Education (BCEE). Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa tahun sebelumnya dan dirancang sebagai agenda tahunan.

Sekitar 1.800 perserta baik dari dalam maupun luar negeri dijadwalkan hadir dalam acara yang akan digelar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, 29-30 Juli 2019.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasok, Rico Rustombi, mengatakan, ajang GBS tidak sebatas memperkenalkan teknologi blockchain, tetapi juga menunjukkan kesiapan Indonesia menerapkan blockchain di sektor ekonomi kepada teknokrat dan investor global.

"Memang saat ini blockchain di Indonesia masih digunakan secara terbatas pada beberapa sektor jasa, terutama logistik dan perbankan,” ujar Rico seperti dikutip dari Antaranews.com, yang diakses Rabu (10 Juli 2019).

Blockchain adalah catatan transaksi digital berdasarkan strukturnya, di mana catatan individu yang disebut blok, dihubungkan bersama dalam satu daftar. Selanjutnya, blok itu digunakan untuk mencatat transaksi yang dilakukan dengan cryptocurrency.

“Tapi, dengan keunggulan pada aspek keamanan, transparansi, dan efisiensi, maka sangat terbuka kemungkinan teknologi ini akan diimplementasikan pada berbagai sektor," ia menambahkan.

GBS akan menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi blockchain di sektor logistik, perbankan, sektor transportasi publik, layanan kesehatan, e-commerce, hotel, dan properti. Turut hadir sebagai pembicara sejumlah pakar pengembangan teknologi blockchain yang akan mengulas berbagai keunggulan teknologi ini serta potensi pengembangannya.

"Global Blockchain Summit bisa menjadi medium transfer ilmu dan teknologi bagi teknokrat dari perwakilan pemerintah maupun swasta, praktisi bisnis maupun generasi muda,” kata dia.

Menurut Rico, generasi muda Indonesia memiliki potensi sebagai technology savvy. Ajang ini akan sangat bermanfaat memberikan pencerahan peluang usaha dan lapangan kerja baru di era teknologi digital bagi generasi baru, kata dia.

Ajang GBS juga disertai penandatangan nota kesepahaman antara Kadin Indonesia Bidang Logistik dengan BCEE dan perwakilan pemerintah.

#globaldigitalsummit   #blockchain   #kadin   #BCCE

Share:




BACA JUGA
Jaringan 5G Miliki Potensi 4,6 Juta Lapangan Kerja di 2030
China Uji Coba Teknologi Blockchain, 15 Lokasi Dipilih Zona Percontohan
Programmer Australia Bikin Portal Bajakan NFT Bay, Gratis Unduh Karya Seni Digital
Peretas Poly Network Kembalikan Hampir Seluruh Aset Kripto yang Dicuri
Pembobolan US$613 juta Poly Network, Hacker Kembalikan Lebih Separuh Aset Kripto