
Pengaturan grup WhatAspp
Pengaturan grup WhatAspp
Cyberthreat.id - Sebuah pesan berantai yang viral di media sosial menyebutkan WhatsApp diam-diam telah mengubah pengaturan privasi penggunanya yang memungkinkan orang tak dikenal menambahkan pemilik akun dalam grup WhatsApp tanpa persetujuan. Benarkah?
Salah satu yang menyebarkan pesan itu adalah akun Twitter @MobberleyNW yang pada 18 Mei menulis,"WhatsApp baru-baru ini mengubah setelan grupnya untuk menyertakan "semua orang" secara default sehingga orang yang tidak Anda kenal dapat menambahkan Anda ke grup tanpa sepengetahuan Anda. Orang-orang ini mungkin menyertakan pesan scam, renternir, dan lainnya."
Pesan bernada serupa juga muncul di sejumlah unggahan Facebook.
Lantas, benarkah apa disampaikan dalam pesan berantai itu?
Untuk mengeceknya, buka WhatsApp, masuk ke menu Pengaturan, pilih Akun, lalu Privasi, dan cek di menu Grup.
WhatsApp menyediakan 3 opsi untuk menentukan siapa saja yang dapat menambahkan Anda ke grup: semua orang (membuat siapa saja bisa menambahkan Anda ke grup tanpa meminta persetujuan), kontak Anda (orang-orang yang ada di daftar kontak Anda), dan kontak Anda kecuali (orang yang Anda di kontak Anda, tetapi dengan pengecualian terhadap orang-orang tertentu).
Cyberthreat.id mencoba mengecek kebenaran pesan itu. Hasilnya, tak ada pengaturan yang berubah. Pengaturan grup yang semula telah diatur dengan memilih "Kontak Saya ", tetap seperti semula, tidak berubah menjadi "Semua orang" seperti yang disampaikan dalam pesan yang viral itu."
Pengecekan yag dilakukan oleh kolomnis Forbes Zak Doffman juga menemukan hal yang sama. Dia mengecek pengaturan aplikasi WhatsApp di perangkat iPhone dan Android, dan tidak ada yang berubah.
Namun begitu, Doffman mengingatkan, jika sebelumnya pengaturan grup WhatsApp Anda masih bawaan pabrik dalam belum pernah diubah pengaturannya, sebaiknhya ganti dari "Semua Orang" menjadi "Kontak Saya" atau "Kontak Saya Kecuali..." Dengan begitu, hanya orang yang ada dalam daftar kontak yang dapat menambahkan Anda ke sebuah grup.
WhatsApp sendiri mengonfirmasi bahwa pesan peringatan yang viral itu berasal dari dua tahun lalu, dan tidak ada perubahan terbaru. Sedangkan pada 2019, WhatsApp memang menambahkan kontrol baru bagi mereka yang ingin membatasi siapa saja yang dapat menambahkan mereka ke grup WhatsApp (lihat di sini).
Di lual soal pesan yang menyesatkan itu, perubahan penting yang baru-baru dilakukan WhatsApp adalah soal persyaratan privasi terbarunya yang mewajibkan pengguna menerima WhatsApp membagikan sebagian data penggunanya dibagikan ke perusahaan lain di bawah naungan Facebook Grup, termasuk Instagram. Bagi yang tidak menerimanya, WhatsApp mengatakan akan terus mengingatkan untuk menerima. Jika tetap ditolak, pengguna tidak akan daapt menelepon atau mengirim pesan.[]
Share: