
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Presiden Joko Widodo mengatakan, tantangan di ruang digital semakin besar karena konten-konten negatif terus bermunculan.
Ia mengingatkan agar tetap waspada terhadap segala bentuk kejahatan di ruang digital, seperti hoaks, penipuan daring, perjudian online, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber (cyberbullying), ujaran kebencian, dan radikalisme berbasis digital.
Semuanya itu, kata Presiden, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Kewajiban kita bersama meminimalkan konten negatif, membanji ruang digital dengan konten-konten positif, banjiri terus…” ujar Presiden saat membuka peluncuran program Literasi Digital Nasional yang diadakan Kementerian Kominfo, Kamis (20 Mei 2021).
Presiden meminta agar masyarakat meningkatkan kecakapan digital guna menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, menyejukkan dan menyerukan perdamaian,
“Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan seluruh komponen bangsa, agar semakin banyak masyarakat yang melek digital,” ujar Presiden yang disiarkan di saluran YouTube Kemkominfo TV.
Sementara, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan, program literasi digital adalah sebuah keharusan di tengah semakin intensifnya penggunaan internet oleh masyarakat.
Saat ini terdapat setidaknya 196,7 juta warganet di Indonesia. Potensi ekonomi digital Indonesia pun diproyeksikan mencapai US$124 miliar pada 2025.
Tahun ini, kata Johnny, program Literasi Digital Nasional akan diselenggarakan setidaknya melalui 2.000 pelatihan berdasarkan modul dan kurikulum yang menyasar empat pilar literasi digital, yaitu digital ethics, digital safety, digital skill, dan digital culture.
“Ke depan setiap tahunnya program ini akan menjangkau lebih dari 12,4 juta partisipan pelatihan di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia,” ujar dia.[]
Share: