
Kominfo bikin chatbot WhatsApp untuk vaksin Covid-19
Kominfo bikin chatbot WhatsApp untuk vaksin Covid-19
Cyberthreat.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan kanal Chatbot WhatsApp untuk mempermudah SDM tenaga kesehatan mendaftarkan diri sebagai penerima vaksin Covid-19. Seperti diketahui, vaksin gelombang pertama diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.
Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, mengatakan, chatbot itu disediakan sebagai kanal input data bagi tenaga kesehatan yang belum terinput datanya. Bila masuk ke dalamnya, channel ini akan terhubung ke PeduliLindungi sebagai channel utama. Chatbot ini juga terhubung dengan Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19.
"Tenaga kesehatan yang belum menerima pemberitahuan vaksinasi melalui SMS PEDULICOVID dapat mengirimkan data melalui kanal itu dengan mengikuti langkah-langkah yang diarahkan dalam Chatbot," ungkap Johnny dalam keterangan tertulis, Sabtu (16 Januari 2020).
Chatbot ini terhubung ke nomor WhatsApp 081110500567, dan dapat diakses di tautan ini: bit.ly/vaksincovidRI.
Sebelumnya, jika ingin menerima vaksin Covid-19, tenaga kesehatan menunggu SMS dari PEDULICOVID atau mengirimkan data melalui email: vaksin@pedulilindungi.id.
Dengan adanya layanan chatbot ini, kata Johnny, akan mempermudah penerima vaksinasi Covid-19 melakukan registrasi dimana pun. Setelah terverifikasi, tenaga kesehatan dapat mendaftarkan diri untuk membuat janji di fasilitas kesehatan sekitar dan mendapatkan konfirmasi terkait waktu dan tempat pelaksanaan vaksin.
Johnny mengatakan, awalnya fitur pendaftaran melalui chatbot untuk Vaksinasi Covid-19 akan ditempatkan di Chatbot Covid19. Namun, karena fungsinya berbeda akhirnya menggunakan akun sendiri, dan di tahap awal ini mesinnya diintegrasikan dengan mesin chatbot Covid19 agar saling back up.
"Kominfo dalam hal ini Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika diminta mendampingi pelaksanaannya bersama Pusdatin Kemenkes. Kanal WhatsApp ini juga merupakan alternatif saluran registrasi vaksinasi," tambah Johnny.
Penyediaan layanan Chatbot ini juga merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bersama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19.
"Kami mengharapkan dengan adanya kanal WhatsApp ini akan menjangkau seluruh SDM tenaga kesehatan," ujarnya.[]
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: