IND | ENG
Apple Copot Parler dari App Store lantaran Kontennya Penuh Hasutan dan Ancaman

Apple | Foto: Pixy.org

Apple Copot Parler dari App Store lantaran Kontennya Penuh Hasutan dan Ancaman
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 10 Januari 2021 - 13:18 WIB

Cyberthreat.id – Apple mengatakan telah mendepak aplikasi media sosial Parler dari toko aplikasinya, App Store, tak lama setelah Google juga melakukan hal sama di Play Store.

Parler yang mendadak teratas di App Store menjadi aplikasi yang dipakai para pendukung Presiden Donald Trump dan beberapa tokoh konservatif AS saat kerusuhan di gedung Parlemen AS (Capitol).

Parler dicap oleh kedua toko aplikasi tersebut melanggar kebijakan platformnya karena cenderung tidak memoderasi konten-kontennya yang bersifat menghasut dan menyebarkan ancaman kekerasan.

“Kami selalu mendukung beragam sudut pandang yang ditampilkan di App Store, tetapi tidak ada tempat di platform kami untuk ancaman kekerasan dan aktivitas ilegal,” kata Apple dalam pernyataan kepada TechCrunch, diakses Minggu (10 Januari 2021).

Parler belum mengambil langkah-langkah yang memadai untuk mengatasi penyebaran ancaman ini terhadap keselamatan orang. Kami telah menangguhkan Parler dari App Store sampai mereka menyelesaikan masalah tersebut.”

Apple juga mengirimkan pemberitahuan kepada Parler sejumlah catatan yang menjadi alasan mereka menghapus aplikasi dari toko aplikasi, antara lain:

  • Parler tidak menangani penyebaran konten berbahaya dan tidak menyenangkan di aplikasi
  • Parler tidak menjunjung tinggi komitmennya untuk memoderasi dan menghapus konten berbahaya atau mendorong untuk kekerasan dan aktivitas ilegal serta tidak mematuhi Panduan Ulasan App Store.
  • Meski Parler mengatakan telah menanggapi serius selama berpekan-pekan, ternyata belum juga memoderasi dengan baik. Apple menilai masih banyak konten ancaman dan hasutan serta konten tidak pantas ditemukan di platform.
  • Meskipun tidak ada sistem yang sempurna untuk mencegah semua konten pengguna yang berbahaya atau penuh kebencian, aplikasi diharuskan memiliki rencana moderasi konten yang kuat untuk mengatasi masalah ini secara proaktif dan efektif. Sebuah "gugus tugas" sementara bukanlah tanggapan yang memadai mengingat penyebaran konten berbahaya yang meluas.

Meski Parler tidak lagi tersedia melalui toko aplikasi, Parler masih akan tersedia bagi mereka yang telah mengunduhnya. Namun, perusahaan tidak akan dapat memperbarui aplikasi, yang berarti aplikasi tersebut pada akhirnya akan menjadi usang karena Apple memperbarui perangkat lunak iPhone.

Seperti diketahui, aplikasi itu populer dan dipakai oleh para pendukung Trump untuk menyebarkan aksi demonstrasi yang berujung penyerbuan ke gedung Capitol. Dalam aksi tersebut, lima orang, lebih dari 50 petugas polisi terluka, dan belasan orang menghadapi dakwaan federal.[]

#parler   #mediasosial   #appstore   #donaldtrump   #kontenberbahaya   #ujarankebencian

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Investasi Berbahaya, Penipu App Store
Mengenal Tiga Jenis Doppelganger Pemangsa Reputasi Perusahaan
Melanggar Data Anak-anak, TikTok Didenda Rp5,6 Triliun