IND | ENG
Susul China, Bank Sentral Jepang Siapkan Yen Digital

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Susul China, Bank Sentral Jepang Siapkan Yen Digital
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 01 Januari 2021 - 13:34 WIB

Cyberthreat.id – Pemerintah Jepang sedang mempersiapkan untuk menerbitkan mata uang digital (cryptocurrency) di sektor publik dan swasta menyusul langkah China dan negara lain.

Mata uang virtual tersebut nantinya dikeluarkan oleh bank sentral, Bank of Japan (BOJ) dan sejauh ini studi kelayakannya dijadwalkan terbit  pada April 2021.

“Bank menganggap penting persiapan secara menyeluruh guna merespons perubahan situasi yang begitu cepat,” kata BOJ seperti diberitakan oleh Japan Today pada 27 Desember 2020 dan diakses Jumat (1 Januari 2021).

Permintaan terhadap mata uang digital bank sentral (atau dikenal CBDC) bisa saja tiba-tiba menguat sehingga perlu persiapan sejak dini, kata Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada September 2020 di Osaka saat ditanya tentang digitalisasi dalam sistem pembayaran Jepang.

Isu CBDC sudah direspons cepat oleh sejumlah bank sentral di beberapa negara. Bank sentral China termasuk yang paling cepat menerapkan mata uang digitalnya. Pengguna tak perlu uang tunai untuk membayar transaksi; semuanya dilakukan melalui smartphone atau kartu elektronik .

Facebook juga berencana merilis mata uang digitalnya sendiri tahun ini. (Baca: Facebook Ganti Nama Mata Uang Kripto Libra, Menkeu Jerman Sebut ‘Serigala Berbulu Domba’)

Bank sentral China menguji coba “yuan digital” di masa-masa pandemi Covid-19 (kuartal ketiga dan keempat tahun lalu) yaitu memberikan 200 yuan digital (sekitar US$ 31) kepada 150.000 warga yang dipilih melalui sebuah undian di Shenzen dan Suzhou.

Bersamaan dengan China, bank sentral negara Bahama di Laut Karibia dan Kamboja di Asia Tenggara juga mulai menerbitkan CBDC mereka masing-masing bernama "Sand Dollar" dan "Bakong".

“China mendorong pergerakan menuju mata uang digital di seluruh dunia,” kata Hiromi Yamaoka, mantan pejabat senior BOJ yang sebelumnya bertanggung jawab padai sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi.

Menurut Hiromi, langkah China adalah sesuatu “kecepatan yang mengejutkan” karena selama ini bank sentral selalu berhati-hati untuk membuat sistem baru.

Meniru China, menurut dia, Jepang bisa saja menggerakan seluruh sektor, terutama di sektor swasta untuk mulai studi bersama dengan melibatkan perusahaan-perusahaan besar, sebut saja Jepang MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp dan Bank Mizuho.


Baca:


Hiromi berpendapat memang desain CBDC sangat rumit dan butuh beberapa tahun untuk memutuskan secara resmi pemakaian mata uang virtual tersebut.

“Di negara maju, CBDC bisa bertentangan dengan sistem pembayaran dan perbankan yang ada,” katanya. Ia mencontohkan bisnis kartu kredit bisa kehilangan pasar jika konsumen dan ritel lebih memilih CBDC yang tak butuh formulir pendaftaran atau biaya komisi.

Bank komersial juga dapat menghadapi "disintermediasi" dengan jumlah simpanan yang lebih rendah jika orang cenderung menimbun lebih banyak CBDC.

Sementara itu, mantan pejabat BOJ Masashi Nakajima juga profesor di Universitas Reitaku, Masashi Nakaijama, menuturkan, kemajuan teknologi, seperti blockchain sebagai dasar crytpocurrency telah berkontribusi untuk realisasi mata uang virtual. (Baca: Blockchain, AI, dan Kedaulatan Data Pengguna)

"CBDC bisa menjadi instrumen penting bagi bank sentral untuk memenuhi tujuan kebijakan publik mereka dan berkembang sejalan dengan digitalisasi yang lebih luas dari kehidupan sehari-hari masyarakat," kata Masashi.

Ia memiliki sikap berbeda dengan efek CBDC terhadap operasional bank-bank komersial yang melemah.

Kekhawatiran seperti yang diutarakan Hiromi bisa diatasi dengan menetapkan batas atas transaksi.

"Ketika masing-masing dari 100 juta orang (dari 126 juta di Jepang) memiliki batas atas tentatif 50.000 yen dalam mata uang digital, jumlah totalnya akan mencapai 5 triliun yen," katanya.

"Jumlah tersebut hanya menyumbang 5 persen dari uang tunai yang beredar di Jepang. Saya tidak berpikir yen digital akan terlalu mempengaruhi bank komersial ketika batas atas diberlakukan," ia menambahkan.[]

#banksentraljepang   #jepang   #cryptocurrency   #matauangdigital   #facebook

Share:




BACA JUGA
Malware Docker Terbaru, Mencuri CPU untuk Crypto & Mendorong Lalu Lintas Situs Web Palsu
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook
Perlindungan Data Pribadi, Meta Luncurkan Facebook dan Instagram Bebas Iklan di Eropa
Cacat OAuth Kritis Terungkap di Platform Grammarly, Vidio, dan Bukalapak