IND | ENG
 Inggris Tangkap 21 Pembeli Data Curian di Weleakinfo

Pengumuman penyitaan di situs WeLeakInfo

Inggris Tangkap 21 Pembeli Data Curian di Weleakinfo
Yuswardi A. Suud Diposting : Selasa, 29 Desember 2020 - 13:15 WIB

Cyberthreat.id - Badan Kejahatan Nasional Inggris atau National Crime Agency (NCA) mengumumkan telah menangkap 21 orang di seluruh Inggris dalam operasi yang menargetkan pelanggan dari pasar kriminal online yang menjual kredensial pribadi milik orang lain yang dicuri.

Mereka yang ditargetkan adalah pelanggan WeLeakInfo.com, sebuah situs yang menampung 12 miliar kredensial (informasi login dan password akun online) yang dicuri dari lebih dari dari 10 ribu pelanggaran data sebelum dihapus pada Januari 2020 setelah penyelidikan oleh NCA.

Mereka yang ditargetkan adalah pelanggan WeLeakInfo, sebuah situs yang menampung 12 miliar kredensial yang dicuri dari lebih dari 10.000 pelanggaran data sebelum dihapus pada Januari 2020 setelah penyelidikan oleh NCA.

Penjahat dunia maya membayar akses ke situs itu untuk mengunduh data pribadi orang lain dan digunakan dalam kejahatan lebih lanjut, termasuk serangan dunia maya dan penipuan.

Penyelidik NCA mengidentifikasi pelanggan WeLeakInfo yang berbasis di Inggris dan membagikan informasi intelijen tersebut dengan mitranya.

Dari 21 orang yang ditangkap - semua pria berusia antara 18-38 - sembilan ditahan karena dicurigai melanggar Undang-Undang Penyalahgunaan Komputer, sembilan lainnya karena terlibat penipuan dan tiga lagi sedang diselidiki dalam kedua jenis kasus itu. Mereka ditangkap di 11 tempat. Petugas NCA menyita lebih dari £ 41.000 dalam bitcoin.

Selain menjadi pelanggan WeLeakInfo, menurut NCA, bukti menunjukkan bahwa beberapa orang diantaranya telah membeli alat kejahatan dunia maya lainnya seperti Trojans akses jarak jauh (RAT) dan crypters.

Selain itu, tiga orang ditemukan memiliki, atau terlibat dalam kasus gambar tidak senonoh anak-anak.

Paul Creffield, dari National Cyber ​​Crime Unit NCA, mengatakan,“Melalui identifikasi pelanggan WeLeakInfo di Inggris, kami dapat menemukan dan menangkap mereka yang kami yakini telah menggunakan kredensial pribadi yang dicuri untuk melakukan pelanggaran cyber dan penipuan lebih lanjut."

NCA dan penegak hukum Inggris, kata dia, menanggapi pelanggaran itu dengan sangat serius dan dapat mengakibatkan kerugian keuangan yang sangat besar bagi para korban.

“Penjahat dunia maya mengandalkan fakta bahwa orang-orang menggandakan kata sandi di banyak situs dan pelanggaran data menciptakan peluang bagi penipu untuk mengeksploitasinya," tambahnya.

Itu sebabnya, kata Paul, kebersihan kata sandi sangat penting.

Situs WeLeakInfo telah Dibekukan Sejak Januari 2020
Situs WeLeakInfo sendiri telah dibekukan sejak Januari 2020 lalu. Itu adalah tahun ketiga situs itu beroperasi sebelum tamat riwayatnya. Saat itu, polisi Belanda dan Irlandia menangkap dua orang di tempat terpisah lantaran terlibat dalam operasional situs itu.

Di Amhem, Belanda, polisi menangkap seorang pria berusia 22 tahun. Sementara di Irlandia Utara, polisi juga menangkap pria lain yang usianya sama.

Dua hari sebelumnya, situs WeLeakInfo.com dibekukan. Ketika diakses laman web akan menampilkan tulisan “This Domain Has Been Seized”; domain telah disita oleh FBI sejak 15 Januari lalu. Selain FBI, penyelidikan kasus ini juga melibatkan Kepolisian Belanda, Irlandia Utara, Dinas Kepolisian Federal Inggris dan Jerman. []

#datacurian   #weleakinfo   #kejahatanduniamaya   #penipuanonline

Share:




BACA JUGA
Geng Penipu Online Bernilai Puluhan Miliar Ditangkap di Spanyol
Penipuan Via WhatsApp, Nama Wamenkominfo Dicatut
Waspada Laman Facebook Palsu Mengatasnamakan PT Pos Indonesia
Respon Tokopedia Soal Konsumen Beli iPhone Terima Batu
Modus Penipuan Berkedok Freelance. Disuruh 'Like' & 'Subscribe' Video YouTube