IND | ENG
Telegram Sediakan Layanan Berbayar Mulai 2021

Bos Telegram Pavel Durov | Foto: TASS/Alexei Zotov

Telegram Sediakan Layanan Berbayar Mulai 2021
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 27 Desember 2020 - 17:15 WIB

Cyberthreat.id – Aplikasi pesan instan terenkripsi, Telegram, berencana merilis layanan berbayar pada 2021. Pendiri aplikasi, Pavel Durov mengatakan, alasan perusahaan merilis layanan berbayar karena perusahaan sedang tumbuh sehingga butuh “setidaknya beberapa ratus juta dolar per tahun”.

Telegram akan mulai menghasilkan pendapatan mulai tahun depan,” kata Durov dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari The Moscow Times, diakses Minggu (27 Desember 2020).

Ia mengatakan akan meluncurkan fitur-fitur baru yang ke depan demi menyambut miliaran pengguna baru.

Lelaki asal Rusia berusia 36 tahun itu juga menegaskan, tak akan menjual perusahaannya sehingga perlu mencari cara lain untuk mendapatkan penghasilan.

Telegram selama ini dikenal sebagai platform media sosial populer di bekas Uni Soviet dan Iran. Aplikasi ini digunakan untuk komunikasi privat serta berbagi informasi dan berita.

Sejak dirilis pada 2013, sebagai pesaing WhatsApp milik Facebook Inc, Telegram hingga kini telah menarik hampir 500 juta pengguna aktif.

“Untuk sebagian besar sejarah Telegram, saya membayar biasa perusahaan dari tabungan pribadi sendiri,” kata Durov yang mendirikan aplikasi bersama saudaranya Nikolai.

“Namun, dengan pertumbuhan saat ini, Telegram berada di jalur tepat untuk menjangkau miliaran pengguna dan membutuhkan dana yang sesuai,” kata dia yang juga menegaskan versi platform gratis akan tetap ada.[]

#telegram   #mediasosial   #panggilansuara   #panggilanvideo   #paveldurov

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Gunakan Bot Telekopye Telegram, Penjahat Siber Membuat Phishing Scams Skala Besar
Mengenal Tiga Jenis Doppelganger Pemangsa Reputasi Perusahaan
Melanggar Data Anak-anak, TikTok Didenda Rp5,6 Triliun