IND | ENG
Dugaan Teknologi Pengenal Wajah Muslim Uighur, Huawei: Kami Tak Jual Sistem Seperti Itu

Huawei | Foto: The Verge

Dugaan Teknologi Pengenal Wajah Muslim Uighur, Huawei: Kami Tak Jual Sistem Seperti Itu
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 16 Desember 2020 - 22:00 WIB

Cyberthreat.id – Huawei Technologies tidak membantah juga tak menjelaskan terkait tudingan bahwa perusahaanya sedang menguji perangkat lunak pengenal wajah yang menargetkan kaum minoritas Muslim Uighur di China.

Dalam pernyataan di blog perusahaan, Senin (14 Desember 2020), perusahaan perangkat keras dan lunak asal China hanya menjelaskan secara umum.

“Kami tidak mengembangkan atau menjual sistem yang mengidentifikasi orang berdasarkan kelompok etnis,” ujar Huawei.

“Dan, kami tidak membenarkan penggunaan teknologi kami untuk mendiskriminasi atau menindas anggota komunitas mana pun.”

Sebelumnya, Washington Post mengungkap sebuah dokumen yang diteken perwakilan Huawei bersama startup teknologi pengenalan wajah Megvii.

Ditemukan oleh lembaga penelitian IPVM, dokumen itu menunjukkan kedua perusahaan telah bekerja sejak 2018 utuk mnguji sistem kamera kecerdasan buatan (AI) yang dapat memindai wajah di kerumunan dan memperkirakan usia, jenis kelamin, dan etnis setiap orang. (Baca: Peneliti: Huawei Uji Pengenal Wajah Muslim Uighur dan Mengirim Peringatan ke Polisi)

“Kami menanggapi tuduhan dalam artikel Washington Post dengan sangat serius dan sedang menyelidiki masalah yang diangkat di dalamnya,” ujar perusahaan.

Huawei dan Megvii sebelumnya mengumumkan tiga sistem pengawasan yang menggunakan teknologi kedua perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, belum terkonfirmasi apakah sistem pengenalan untuk Muslim Uighur yang diuji pada 2018 adalah salah satu dari tiga sistem yang saat ini dijual.

Kedua perusahaan telah mengakui bahwa dokumen temuan IPVM itu asli. Tak lama setelah Washington Post laporannya, juru bicara Huawei Glenn Schloss mengatakan, bahwa “itu hanyalah sebuah tes dan belum diterapkan di dunia nyata. Huawei hanya memasok produk tujuan umum untuk pengujian semacam ini. Kami tidak menyediakan algoritma atau aplikasi khusus,” ujar dia.

Juga setelah publikasi, juru bicara Megvii mengatakan sistem perusahaan tidak dirancang untuk menargetkan atau memberi label pada kelompok etnis.

Menentang diskriminasi

Huawei sama sekali tidak memberikan penjelasan terkait kerja sama dengan Megvii. Hanya, mereka menyatakan, menentang segala bentuk diskriminasi, termasuk penggunaan teknologi untuk melakukan diskriminasi etnis.

“Kami menyediakan produk TIK untuk keperluan berdasarkan standar industri yang diakui,” tutur perusahaan.

Huawei menegaskan bahwa mengembangkan sistem etika dan tata kelola seputar teknologi harus merupakan proses yang sadar, berkelanjutan, dan kolaboratif.

“Kami percaya bahwa teknologi harus menjadi kekuatan untuk kebaikan. Sebagai anggota United Nations Global Compact dan Responsible Business Alliance, Huawei selalu mengadvokasi penerapan teknologi yang adil dan non-diskriminatif,” ujar Huawei.

“Kami menghormati hukum di setiap negara dan wilayah tempat kami beroperasi, dan kami sangat peduli dengan pelanggan kami, mitra kami, dan semua orang yang menggunakan dan terpengaruh oleh penggunaan teknologi kami.”

“Kami tidak akan pernah mendukung penggunaan teknologi untuk mendiskriminasi kelompok rentan atau terpinggirkan,” kata perusahaan.

Tanggapan Antoine Griezmann

Huawei juga memberikan tanggapan terkait keputusan pemain sepak bola Barcelona Antoine Griezmann yang memutus kontrak kerja sama. Griezmann memutus kontrak tersebut setelah membaca laporan Washington Post.

“Huawei sangat menyayangkan keputusan Antoine Griezmann untuk mengakhiri kerja sama dengan kami. Kami berharap dapat berbicara secara langsung dengan Antoine Griezmann untuk menjelaskan pekerjaan luar biasa yang telah dilakukan oleh Huawei, kondisi di dalam perusahaan, membahas berbagai isu HAM, kesetaraan, dan diskriminasi, dan untuk meyakinkan Griezmann dan semua pelanggan dan mitra Huawei, bahwa Huawei menanggapi masalah ini dengan serius,” tutur Huawei dalam siaran pers yang diterima Cyberthreat.id.

“Kalimat di dalam dokumen yang menjadi rujukan Griezmann dan dimuat di berbagai media tidak dapat diterima. Itu bukanlah kalimat Huawei, melainkan deskripsi fungsi yang dibuat oleh perusahaan Megvii. Kalimat tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Huawei,” perusahaan menambahkan.

Menurut Huawei, pihak yang bertanggung jawab mengesahkan dokumen tersebut bukan karyawan Huawei, tapi pihak subkontrak. “Kekeliruan ini terjadi tiga tahun silam,” ujar Huawei. (Baca: Protes Uighur Alert, Penyerang Barcelona Antoine Griezmann Putuskan Hubungan dengan Huawei)

#huawei   #china   #muslimuighur   #pengenalwajah   #facialrecognition   #antoinegriezmann

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Intelligent Sensing, Bagian Integral Pemerintahan Smart Cities
Huawei Pamerkan Produk Unggulan di MWC Barcelona
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China