IND | ENG
Ditawari Pulsa Gratis Rp 500.000, Nasabah BRI Ini Malah Tertipu Ratusan Juta

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Ditawari Pulsa Gratis Rp 500.000, Nasabah BRI Ini Malah Tertipu Ratusan Juta
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 27 November 2020 - 08:23 WIB

Cyberthreat.id – Malang nian nasib yang dialami warga asal Jawa Timur, Ayu Kartika Sari. Istri anggota polisi ini baru saja ditipu ratusan juta oleh penelepon yang menawarinya pulsa telepon gratis sebesar Rp 500.000.  

Insiden penipuan itu terjadi pada Minggu (22 November 2020) siang. Kala itu, ia menerima panggilan telepon dari seseorang yang tak dikenalnya dengan nomor seluler 082181497264.

“Dia langsung menyebut nama lengkap saya dan mengaku dari Bank BRI,” ujar perempuan 35 tahun yang tinggal di Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang itu seperti dikutip dari Kumparan.com.

Orang di seberang telepon mengatakan bahwa Ayu bakal mendapat hadiah pulsa sebesar Rp 100.000.

"Orang itu menyuruh saya untuk melihat apakah pulsa yang dimaksud sudah masuk atau belum,” cerita Ayu seperti dituturkan kepada TribunJatim.com, Rabu (25 November).

Ayu pun memeriksa ke ponselnya dan melihat bahwa pulsa itu telah masuk. Setelah melaporkan ke si penelepon itu, ia juga diberitahu lagi bahwa akan ada pulsa sebesar Rp 500.000 segera dikirim kembali.

Namun, menurut Ayu, si penelepon mengatakan, sebelum pulsa tersebut masuk, terlebih dulu ada kode OTP (One-time Password) yang akan diterima. Ayu pun diminta untuk melaporkan kode OTP tersebut.

"Setelah saya sebutkan sebanyak empat kali, saya baru sadar kalau itu penipuan. Namun si penelepon tetap bersikukuh bahwa ia tak menipu sambil memberikan penjelasan yang banyak. Setelah itu tiba tiba teleponnya ditutup oleh si penelepon," ujarnya.

Tak berapa lama, Ayu kembali menerima notifikasi di ponselnya dari BRIVA BRI. Isinya, ada penarikan dana sejumlah Rp 49 juta dua kali. Selang beberapa menit, muncul lagi notifikasi, kali ini transaksi sebesar Rp 1,9 juta dan Rp 1 juta.

"Saya curiga dan langsung melihat saldo tabungan saya. Ternyata uang tabungan saya tinggal Rp 6,5 juta. Langsung secepatnya saya blokir rekening tabungan," tutur Ayu.

Untuk memastikan itu, ia pun mengecek secara manual ke kantor BRI Martadinata, Kota Malang. Benar saja, saldo awal tabungannya yang berjumlah Rp 108 juta, hanya tersisa Rp 6,5 juta. Terdapat transaksi rekening ke alamat atas nama Rudy Wibowo Budhianto dan juga sebuah rekening atas nama yang dalam transaksi itu terlihat samar namanya, yakni SU******S A****G

Merasa dirugikan, Ayu pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, kasus tersebut telah diterima dan sedang dalam proses penyelidikan.

Kode OTP seharusnya tak boleh diberikan kepada siapa pun. Kasus penipuan berkedok permintaan kode ini sudah marak terjadi dan sering dialami oleh pengguna layanan perbankan atau non-perbankan (fintech).

Kasus yang dialami Ayu mirip dengan nasabah Jenius BTPN Anggita (aku Instagram @anggi.tungka). Kepada Cyberthreat.id waktu itu, ia bercerita bahwa mendapat panggilan telepon dari nomor +6281271268718. Dilayar muncul nama CALL JENIUS. Karena yakin dari Jenius, Anggita mengangkatnya.

Panggilan telepon meniru lembaga/organisasi yang tampak sah itu dikenal dengan “Layanan PopCall”. (Baca: Di Balik Penipuan Nasabah Jenius BTPN, Analis Vaksincom: Pelaku Manfaatkan Layanan PopCall Telkomsel)

Anggita mengatakan awalnya penipu mengatakan pihak Jenius sedang ada program untuk pembaruan kartu dan memerlukan nomor yang akan dikirim ke ponselnya dalam bentuk SMS.

"Untuk pembaruan kartu saya perlu bantuan ibu untuk memberikan nomor yang saya akan kirimkan ke ibu dalam bentuk SMS. Mohon untuk dikonfirmasikan," kata Anggita menirukan ucapan penipu.

Anggita tidak menyadari bahwa nomor yang dimaksud oleh penipu adalah kode OTP untuk login ke akun rekening Jenius miliknya. Padahal, jika dibuka, dalam SMS berisi kode OTP yang dikirim Jenius, ada peringatan bahwa kode itu bersifat rahasia dan tidak boleh diserahkan ke orang lain.

Dari situ, penipu langsung mengeruk saldo Jenius milik Anggita sebesar Rp 54.909.081.[]

#kodeotp   #polri   #penipuanonline   #kejahatansiber

Share:




BACA JUGA
BSSN Serahkan Sertifikat Akreditasi Penyelenggara Program Pelatihan Keamanan Siber Kepada Pusdik Intelijen Polri
Geng Penipu Online Bernilai Puluhan Miliar Ditangkap di Spanyol
Penipuan Via WhatsApp, Nama Wamenkominfo Dicatut
Waspada Laman Facebook Palsu Mengatasnamakan PT Pos Indonesia
Respon Tokopedia Soal Konsumen Beli iPhone Terima Batu