IND | ENG
Perusahaan Telekomunikasi Inggris Diwanti-wanti Tak Pakai Huawei, Ancaman Denda 10 Persen dari Omset

Logo Huawei | Foto: movilzona.es

Perusahaan Telekomunikasi Inggris Diwanti-wanti Tak Pakai Huawei, Ancaman Denda 10 Persen dari Omset
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 25 November 2020 - 12:30 WIB

Cyberthreat.id – Perusahaan telekomunikasi Inggris diwanti-wanti agar tidak memakai peralatan yang dibuat Huawei Technologies China.

Jika perusahaan melanggar atau kedapatan memakai peralatan yang dilarang negara, bisa dikenai denda hingga 10 persen dari omset atau 100.000 poundsterling per hari.

Demikian Rancangan Undang-Undang Telekomunikasi (Keamanan) yang sedang digodok oleh pemerintah Inggris. RUU ini dianggap sebagai langkah untuk meningkatkan standar keamanan jaringan telekomunikasi Inggris dan menghindarkan dari ancaman perusahaan berisiko tinggi, kata pemerintah seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24 November 2020).

Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris, Oliver Dowden mengatakan, jaringan 5G dan jaringan serat optik hanya dapat direalisasikan jika menggunakan perangkat aman dan tangguh.

“RUU ini akan memberi Inggris sebagai salah satu rezim keamanan telekomunikasi terkuat di dunia dan memungkinkan kami mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi jaringan kami,” ujarnya.

Pemerintah mengatakan standar keamanan yang lebih ketat dalam RUU tersebut juga akan membantu melindungi Inggris dari potensi serangan dunia maya.

Regulator Ofcom akan diberi tugas memantau dan menilai keamanan penyelenggara telekomunikasi setempat.

Pemerintah Inggris pada Juli lalu memutuskan untuk mendepak peralatan Huawei dari proyek jaringan 5G di negara tersebut. Para perusahaan telekomunikasi diminta untuk segera menyingkirkan peralatan Huawei dengan batas akhir 2027.

Huawei berkali-kali membantah bahwa perangkatnya menjadi ancaman keamanan nasional sebuah negara. Perusahaan juga tak ada kaitannya dengan kegiatan spionase intelijen pemerintah China.

"Keputusan [pelarangan Huawei] ini bermotif politik dan tidak didasarkan pada evaluasi risiko yang adil," kata Wakil Presiden Victor Zhang Huawei.[]

#huawei   #inggris   #jaringan5g   #amerikaserikat   #china

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Intelligent Sensing, Bagian Integral Pemerintahan Smart Cities
Huawei Pamerkan Produk Unggulan di MWC Barcelona
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China