IND | ENG
Twitter Tangani Fitur Baru ‘Fleets’ yang Bermasalah

Twitter | Foto: Unsplash

Twitter Tangani Fitur Baru ‘Fleets’ yang Bermasalah
Muhammad Kamil Diposting : Jumat, 20 November 2020 - 11:07 WIB

Cyberthreat.id – Setelah diluncurkan selama 24 jam pertama, fitur baru di media sosial Twitter bernama “fleets” mengalami masalah (bug).

Fitur ini, mirip halnya “Stories” pada Instagram, yang memberikan pilihan pengguna membuat tweet hilang otomatis setelah 24 jam.

“Kami mendapati sebagian besar masalah yang mengkhawatirkan,” kata Pemimpin Produk Twitter, Kayvon Beykpour, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19 November 2020).

Ia mengakui ada masalah keamanan dan privasi yang disoroti sejumlah pengguna Twitter selama 24 jam pertama sejak dirilis pada Selasa (17 November).

Salah satu masalah yang diterima Twitter, yaitu fitur baru itu memungkinkan penulis “fleets”menandai orang yang telah memblokirnya.

Masalah lain, seperti dikutip dari TechCrunch, ketika bergerak melalui fleets, layar ponsel akan berhenti sementara (lag) atau bergerak sangat lambat. “Sehingga ponsel Anda tampak bermasalah, padahal itu hanya pada aplikasi Twitter,” tulis TechCrunch.

"Kami tidak bisa menjanjikan bahwa perbaikan cepat dapat dilakukan dalam semalam, tapi kami sepenuhnya memperhatikan masalah tersebut,” kata Beykpour.

Fitur baru tersebut untuk sementara diuji coba di Brasil, Italia, India, dan Korea Selatan. Awalnya, “fleets” akan dirilis ke pengguna seluruh dunia pada Jumat ini. Karena ada masalah kinerja platform, perusahaan terpaksa menunda peluncuran tersebut.

Fitur yang mendukung teks, foto, video tersebut akan tersedia di bagian atas timeline beranda pengguna dan di profil pengirim.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#twitter   #mediasosial   #fleets

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Banyak Penipu dengan Centang Biru di (Twitter) X
Mengenal Tiga Jenis Doppelganger Pemangsa Reputasi Perusahaan
Melanggar Data Anak-anak, TikTok Didenda Rp5,6 Triliun