IND | ENG
Menyusul Desakan Larangan Perangkat Huawei, Empat Telco Brasil Tolak Undangan AS

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Menyusul Desakan Larangan Perangkat Huawei, Empat Telco Brasil Tolak Undangan AS
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 08 November 2020 - 08:22 WIB

Cyberthreat.id – Empat perusahaan telekomunikasi teratas Braasil menolak undangan Kedutaan Besar Amerika serikat yang dijadwalkan pada Jumat lalu.

Agenda pertemuan ialah bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS Keith Krach membahas pertumbuhan ekonomi, energi, dan lingkungan.

Namun, empat perusahaan itu tidak mau hadir menyusul desakan AS yang mengecualikan Huawei dari pasar perangkat 5G di Brasil, demikian sumber anonim Reuters, Jumat (6 November 2020), diakses Minggu (8 November).

“Undangan ini tidak sesuai dengan pilihan pasar bebas yang biasa kami lakukan. Kami harus dapat dengan bebas membuat keputusan keuangan terbaik kami,” kata sumber itu yang meminta namanya tidak disebutkan.

Undangan dari Duta Besar AS Todd Chapman pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Folha de S.Paulo dan harian bisnis Valor Economico yang mengatakan perusahaan lebih memilih untuk tidak hadir.

Telefonica Brasil SA, Grupo Oi SA, TIM Participações SA, dikendalikan oleh Telecom Italia SpA dan Claro, dimiliki oleh America Movil Meksiko, masing-masing memegang antara 19 persen dan 29 persen pasar nirkabel Brasil.

Mereka sudah menggunakan peralatan Huawei untuk persiapan lelang konsesi spektrum tahun depan di Brasil dan tidak mendukung larangan Huawei yang diminta oleh pemerintah AS.

Kedutaan Besar AS tidak segera membalas permintaan komentar. Keempat operator tersebut menolak berkomentar.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan tekanan diplomatik secara internasional untuk memblokir penggunaan peralatan Huawei. Huawei dituding dapat digunakan untuk memata-matai oleh negara China. Huawei berulang kali membantah menjadi risiko keamanan nasional.

"Huawei adalah tulang punggung pengawasan global China," tulis Krach dalam artikel yang diterbitkan pada Agustus di surat kabar Globo Brasil sebagai “opposite the editorial page” (op/ed).

Krach mengatakan pemerintah AS dan mitranya mempercepat upaya untuk melindungi keamanan ekonomi global dengan membatasi keterlibatan Huawei dalam jaringan 5G.

“Sekarang ada lebih dari 30 negara yang berpartisipasi dalam ‘Celan Network’,” tulisnya.[]


Berita terkait:

#huawei   #brasil   #jaringan5g   #amerikaserikat

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Intelligent Sensing, Bagian Integral Pemerintahan Smart Cities
Huawei Pamerkan Produk Unggulan di MWC Barcelona
Huawei Cloud Pasok Energi Positif Bagi Proses Bisnis
Huawei Gelar Media Camp 2023, Perkuat Kolaborasi Sukseskan Transformasi Digital Indonesia