
Huawei | Foto: The Verge
Huawei | Foto: The Verge
Cyberthreat.id – Komite Pertahanan Parlemen Inggris mendesak agar pemerintah mencopot semua peralatan Huawei di jaringan telekomunikasi di negara itu secepat mungkin, atau lebih awal dari yang direncanakan pada 2027.
Komite tersebut mengatakan, telah menemukan “bukti yang jelas” bahwa perusahaan telekomunikasi China, Huawei Technologies “telah berkolusi dengan pemerintah China”, demikian seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8 Oktober 2020).
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Juli lalu memerintahkan agar peralatan Huawei untuk dibersihkan dari jaringan 5G yang baru paling lambat 2027. Pelarangan Huawei tersebut atas desakan berkali-kali dari Amerika Serikat.
Komite Pertahanan mengatakan, mendukung keputusan PM Johnson untuk pada akhirnya membersihkan Huawei dari jaringan 5G Inggris, tetapi mencatat bahwa "perkembangan dapat mengharuskan tanggal ini dimajukan, berpotensi ke 2025" agar layak secara ekonomi.
“Barat harus segera bersatu untuk memajukan penyeimbang dominasi teknologi China,” kata Ketua Komite Pertahanan, Tobias Ellwood.
"Kita tidak boleh menyerahkan keamanan nasional kita demi perkembangan teknologi jangka pendek."
Komite tersebut tidak menjelaskan secara rinci tentang sifat sebenarnya dari hubungan tersebut tetapi mengatakan telah melihat bukti yang jelas dari kolusi Huawei dengan "aparat Partai Komunis China".
Huawei mengatakan laporan itu tidak memiliki kredibilitas apa pun.
“[Laporan] itu dibangun atas dasar opini, bukan fakta. Kami yakin orang akan melihat melalui tuduhan kolusi yang tidak berdasar ini dan sebagai gantinya mengingat apa yang telah disampaikan Huawei untuk Inggris selama 20 tahun terakhir, ”kata Huawei.
Ketika ditanya tentang komentar komite, Juru Bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa beberapa orang di Inggris harus berpikir sebelum berbicara, dan bahwa kepentingan sah perusahaan China sedang dirusak.
"Keterbukaan dan keadilan pasar Inggris, serta keamanan investasi asing di sana, sangat memprihatinkan," katanya, berbicara pada konferensi pers harian di Beijing, Jumat (10 Oktober 2020).
Setahun terakhir, AS dan sekutunya mengatakan teknologi Huawei dapat digunakan untuk memata-matai China. Huawei berulang kali membantahnya, dan mengatakan Amerika Serikat cemburu dengan kesuksesannya.[]
Share: