
Media sosial | Foto: Unsplash
Media sosial | Foto: Unsplash
Cyberthreat.id – Departemen Kehakiman AS mendakwa dua lelaki atas tindak kejahatan penipuan, yaitu mengambil alih email dan akun media sosial milik atlet National Football League (NFL) dan National Basketball Association (NBA).
Dua tersangka itu bernama Trevontae Washingtong dari Louisiana dan Ronnie Magrehbi dari Florida.
Mereka diduga membobol dan mengambil alih akun media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Snapchat antara Desember 2017 hingga April 2019 dari pemain sepak bola dan basket profesional dan semi-profesional, demikian menurut BleepingComputer, diakses Minggu (4 Oktober 2020).
Mereka didakwa dengan satu tuduhan persekongkolan untuk melakukan penipuan kawat (dengan ancaman maksimum 20 tahun penjara dan denda hingga US$ 250.000) dan satu tuduhan konspirasi untuk melakukan penipuan dan penyalahgunaan komputer (maksimum lima tahun penjara dan denda hingga menjadi $ 250.000).
Untuk pemerasan
Tersangka Washington berperan menjual akses akun yagn diretas kepada orang lain mulai US$ 500 hingga US$ 1.000, sementara Magrehbi memeras pemain NFL yang akun Facebook, Twitter, Instagram, dan Snapchat-nya diambil alih.
"Magrehbi memeras pemain tersebut, menuntut pembayaran sebagai imbalan untuk memulihkan akses ke akun," demikain siaran pers Departemen Kehakiman, Rabu (30 September 2020).
"Pemain tersebut mengirim uang setidaknya pada satu kesempatan, sebagian ditransfer ke rekening bank pribadi yang dikendalikan oleh Magrehbi, tetapi tidak pernah mendapatkan kembali akses ke akun online-nya."
Washington dan Magrehbi menggunakan taktik yang sama untuk mendapatkan akses ke akun pemain NFL dan NBA: mereka menghubungi para pemlik akun melalui pesan langsung Instagram dengan "tautan yang dapat diklik ke situs Facebook yang dimaksudkan untuk meminta dukungan komunitas dari atlet profesional".
Setelah para korban mengklik link di smartphone pribadinya, mereka akan dibawa ke halaman yang tampak seperti halaman login Facebook.
Setelah memasukkan kredensial mereka untuk masuk ke platform, mereka terkunci dari beberapa akun media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Snapchat.
Dibajak awal tahun ini
Kejahatan pembajakan akun tersebut bukan kali ini saja menimpa para pemain NFL. Pada Januari 2020 sebagian dari pemain ditargetkan oleh peretas OurMine.
OurMine menargetkan dan membajak akun Twitter, Facebook, dan/atau Instagram NFL dan 15 tim NFL, seperti Dallas Cowboys, Buffalo Bills, Houston Texans, Minnesota Vikings, Chicago Bears, Kansas City Chiefs, Green Bay Packers, Arizona Cardinals, Cleveland Browns, Denver Broncos, Indianapolis Colts, New York Giants, Philadelphia Eagles, San Francisco 49ers, dan Tampa Bay Buccaneers.
Para peretas dapat mengambil alih akun itu hanya dalam waktu dua jam dan kemudian membajak akun korban profil tinggi lainnya, seperti Enrique Hernández (LA Dodgers), Matt Raub (direktur, produser , penulis), dan Eduardo Saverin (salah satu pendiri Facebook).
Untuk mencegah dari pembajakan akun, pengguna medsos disarankan mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) dan lebih memperhatikan halaman login yang mencurigakan.
OurMine dikenal karena mengambil alih akun yang tak dilengkapi 2FA.
BBC, New York Times, Netflix, Sony Music Global, National Geographic, CEO Google Sundar Pichai, CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO Twitter Jack Dorsey, dan banyak lainnya pernah menjadi korban OurMine terhitung sejak 2016.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: