
ILustrasi Tiktok/The Verge
ILustrasi Tiktok/The Verge
Cyberthreat.id - Dua petugas polisi di Cambridgeshire, Inggris, menjalani sidang indisipliner karena video yang diunggah di TikTok.
Melansir dari BBC, dua polisi itu bernama Amy Taylor dan April Cooper. Mereka disidang setelah memposting video mereka yang memakai seragam dan meneriakkan "bahasa ofensif” di dalam mobil polisi dan melakukan tarian yang tidak pantas di sebuah kantor polisi. Akibatnya, mereka diberikan peringatan tertulis terakhir karena tindakan mereka merupakan pelanggaran berat.
Kedua petugas ini dilaporkan sejak April oleh masyarakat yang melihat postingan video itu. Masyarakat melaporkan Taylor dan Cooper karena tindakan mereka dalam video itu dinilai tidak menunjukkan sikap profesional sebagai petugas polisi.
Tidak peka terhadap mereka yang menderita
Menurut kepala polisi Nick Dean, salah satu klip video menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi pandemi sekarang. Video yang dimaksud Dean itu adalah video yang dibuat oleh Cooper yang berisikan teks,“ketika menelepon untuk izin sakit di tempat kerja dan mereka bertanya ada apa”, lalu Cooper muncul dengan seragamnya dan meneriakkan kata “virus corona” di telepon.
"Klip ini dibuat di puncak pandemi yang masih berlangsung namun Anda tampaknya tidak peka terhadap ribuan orang yang telah menderita dan peran penting yang dimainkan oleh layanan darurat dan lembaga lain dalam wabah ini, dan terus melakukannya,” kata Dean, seperti dilansir dari BBC.
Menurut Dean, video yang dibuat Cooper itu menunjukkan ketidakpeduliannya pada masyarakat yang terkena dampak langsung virus corona.
"Ini jelas menunjukkan kurangnya rasa hormat dan kepekaan terhadap mereka yang menderita atau bahkan keluarga dan teman mereka,” kata Daen.
Video itu juga berpotensi membuat polisi kehilangan reputasi,dan merusak kepercayaan publik, kata Dean seperti dilansir dari Expressandstar.
"Meskipun saya menerima alasan mereka yang mengaku tidak mempertimbangkan implikasi yang lebih luas dari tindakan mereka saat itu, namun tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa klip tersebut telah merusak reputasi Constabulary — satuan kepolisian di Cambridgeshire dan Peterborough — ini," kata Dean, seperti dilansir dari Expressandstar.[]
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: