IND | ENG
Bos Facebook Kritik  Apple App Store dan Puji  Google Play Android, Apa yang Terjadi?

Ilustrasi Google Play Store (Android) dan App Store (iPhone Cs)

Bos Facebook Kritik Apple App Store dan Puji Google Play Android, Apa yang Terjadi?
Yuswardi A. Suud Diposting : Sabtu, 12 September 2020 - 23:20 WIB

Cyberthreat.id - Bos Facebook Mark Zuckerberg punya penilaian tersendiri terhadap toko aplikasi milik Google yang berjalan di ponsel Android yaitu Google Play Store dan App Store miliknya Apple.

Dalam sebuah wawancara dengan Axios baru-baru ini dan dikutip Business Insider, Zuckerberg melontarkan kritikan kepada Apple.  Menurutnya, Apple "layak mendapat pengawasan" atas bagaimana produsen iPhone itu mengontrol aplikasi di App Store-nya.

Menurutnya, "kontrol sepihak" oleh Apple terhadap aplikasi yang diinstal pengguna di perangkatnya, dapat merusak persaingan.

Ditanya apakah Apple App Store melakukan monopoli, Mark menjawab,"Saya yakin mereka memiliki kendali sepihak atas apa yang ada di telepon orang-orang dalam hal aplikasi."

Dia kemudian memuji Google karena mengizinkan "sideloading" yang memungkinkan pengguna Android mengunduh aplikasi dari tempat lain selain Google Play Store resmi.

"Sebagai pengembang, jika Anda tidak ada di Google Play Store, setidaknya Anda masih memiliki cara untuk membuat aplikasi Anda bisa berada di perangkat orang-orang. Dan itu berarti orang tidak akan sepenuhnya ditutup (aksesnya) jika mereka melakukan sesuatu yang tidak disukai Google. Saya pikir itu sangat penting, bahwa orang memiliki cara untuk membuat sesuatu dan mendapatkannya di perangkat jika diinginkan, "katanya.

Ketika didesak apakah regulator pemerintah harus menyelidiki kebijakan App Store Apple, Zuckerberg mengelak. "Saya pikir saya belum tentu orang yang tepat menjawabnya, jadi saya hanya mencoba untuk peka terhadapnya, tetapi saya pikir beberapa perilaku pasti menimbulkan pertanyaan dan saya pikir itu adalah sesuatu yang perlu dicermati, dan mereka memeriksanya, "katanya.

Apple telah menghadapi tantangan dalam beberapa bulan terakhir terhadap aturan App Store yang memaksa pengembang untuk menggunakan sistem pembayarannya untuk pembelian dalam aplikasi, yang secara otomatis mengambil komisi 30%.

Facebook secara terbuka mengkritik Apple pada 14 Agustus setelah Apple menolak untuk membebaskan biaya untuk fitur Facebook baru yang bertujuan membantu pemilik usaha kecil menjual tiket untuk acara virtual.

Pada 27 Agustus, Facebook mengatakan telah mencoba memberi tahu pengguna iOS bahwa 30% dari pembayaran mereka masuk ke Apple dalam fitur baru ini, tetapi Apple memblokir pembaruan tersebut dengan mengklaim bahwa itu berisi informasi yang "tidak relevan".

Komisi 30 persen yang diambil Apple untuk pembayaran dalam aplikasi juga mengakibatkan perselisihan hukum dengan pengembang "Fortnite" Epic Games, dan merupakan subjek investigasi lembaga antimonopoli Uni Eropa menyusul keluhan resmi dari Spotify tahun lalu.[]

#markzuckerberg   #apple   #google   #appstore   #googleplaystore   #epicgame   #fortnite

Share:




BACA JUGA
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Apple Keluarkan Patch untuk Zero-Day Kritis di iPhone dan Mac
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Malware Menggunakan Eksploitasi MultiLogin Google untuk Pertahankan Akses Meski Kata Sandi Direset