
Aplikasi Dapodik milik Kemendikbud
Aplikasi Dapodik milik Kemendikbud
Cyberthreat.id - Akhir Agustus ini barangkali adalah masa-masa paling merepotkan bagi para petugas pengisian data di sekolah-sekolah. Bagaimana tidak, mereka harus mengisi data untuk penerimaan dana BOS dan mendata nomor telepon para siswa untuk diisi ke aplikasi Satu Data Pendidikan Indonesia yag disebut Dapodik. Data-data itu harus selesai diinput pada 31 Agustus 2020.
Entah karena tingginya lalu lintas data atau kapasitas server yang terbatas, di sosial media semacam Twitter muncul sejumlah keluhan soal Dapodik. Diantaranya ada yang mengeluhkan susah login, ada pula yang berhasil login namun mengatakan server Dapodik lemot alias lambat.
"Login ke Dapodik kayak login ke surga, susah bener!," tulis seorang netizen pemilik akun Twitter @babunegara.
Ada pula yang menampilkan tangkapan layar memperlihatkan yang bersangkutan gagal login ke aplikasi Dapodik.
"Yang lagi ngisi Dapodik, tolong bantu ini kenapa error begini. Solusinya pliss..," tulis netizen yang lain.
"Puji Tuhan, gak cuman aku yang ngeluhin tentang Dapodik, tapi seIndonesia Raya," tulis FatSiomay.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (27 Agustus 2020), Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Jumeri, telah menyurati Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk mendata nomor ponsel siswa dan pendidik dan mengisinya ke database Dapodik untuk mendapatkan kuota internet gratis selama September hingga Desember 2020. Data nomor ponsel itu harus sudah terkirim sebelum 31 Agustus 2020.
Nantinya, masing-masing siswa akan mendapat kuota internet gratis 35 GB, para guru 42 GB, serta masing-masing 50 GB untuk mahasiswa dan dosen.[]
Share: