
Logo LinkedIn | Foto: petroplan.com
Logo LinkedIn | Foto: petroplan.com
Cyberthreat.id - Kaum profesional adalah target serangan cyber paling potensial. LinkedIn sebagai salah satu jejaring sosial yang kerap digunakan oleh para profesional untuk memperkenalkan diri ke partner bisnis, mempromosikan skill, hingga memperluas jaringan akan selalu menjadi target.
Di Linkedin, para profesional bisa mencari pekerjaan, menghubungkan dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama, serta menampilkan pengalaman profesional pengguna secara publik untuk melakukan promosi.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa semakin banyak fitur yang digunakan, maka pengguna harus semakin banyak memberikan informasi pribadi dan pekerjaan kepada koneksi dan calon pemberi kerja.
Meski demikian, LinkedIn memberikan kesempatan untuk mengelola pengaturan privasi profil LinkedIn guna melindungi informasi pribadi dari orang yang tidak dikenal. Seperti banyak situs media sosial lainnya, LinkedIn juga menggunakan data pengguna untuk tujuan penelitian dan periklanan.
Dikutip dari How To Geek, untuk mengelola pengaturan data di LinkedIn, pengguna dapat mengklik "Saya" di kanan atas, lalu pilih Pengaturan dan Privasi> Privasi. Gulir ke bawah ke "Bagaimana LinkedIn Menggunakan Data Anda".
Nah, fitur pengaturan di bagian ini dapat dikelompokkan ke dalam kategori sebagai berikut:
1. Memeriksa Data dan Aktivitas Anda.
Beberapa opsi akan memberi pengguna gambaran yang lebih baik tentang data yang disimpan dan dengan siapa informasi itu dibagikan.
Yang pertama adalah "Kelola Data dan Aktivitas Anda". Fitur ini memberikan log setiap kali data pengguna dibagikan dengan pihak ketiga, seperti perusahaan atau layanan terkait. Pengguna juga dapat melihat tanggal kontak disinkronkan; saat pengguna mengubah pengaturan privasi yang signifikan; atau saat LinkedIn memperbarui persyaratan layanannya.
Pengguna juga dapat meminta versi data yang diarsipkan di akun LinkedIn dengan pengaturan "Dapatkan Salinan Data Anda". Dengan ini, pengguna memiliki opsi mengunduh arsip lengkap (semua informasi termasuk semua koneksi, riwayat akun, posting, dan data lain yang dikumpulkan situs lain berdasarkan aktivitas dan informasi yang diunggah), hingga arsip parsial seperti mengunduh sebagian informasi tertentu dari data semisal pesan, kontak, kiriman, atau informasi profil.
Di bagian akhir, pengguna bisa melihat setelan "Riwayat Penelusuran" yang akan memberikan ikhtisar tentang perusahaan, profil, atau grup yang baru-baru ini dicari melalui mesin telusur yang ada di dalam situs. Pengguna juga dapat menghapus riwayat pencarian Anda kapan saja.
2. Kalender dan Kontak.
Kebanyakan pengguna menggunakan nomor telepon atau email yang ditautkan ke akun LinkedIn. Meskipun pengunjung tidak dapat melihat informasi kontak pengguna secara default, mereka mungkin dapat menelusuri profil menggunakan ponsel atau email milik pengguna.
Pengguna tetap dapat menentukan siapa yang dapat menemukannya dengan menggunakan opsi ini di pengaturan "Kelola Siapa yang Dapat Menemukan Profil Anda Dari Alamat Email/Nomor Telepon".
Anda dapat memilih salah satu opsi antara semua orang, koneksi Tingkat ke-2, atau tak seorangpun.
Selain itu, opsi "Sinkronkan Kontak" dan "Sinkronkan Kalender" memungkinkan pengguna untuk menautkan akun dengan kontak dan kalender di layanan eksternal, seperti Google atau Outlook. Pengguna bahkan dapat menyinkronkan kontak di ponselnya.
Saat pengguna mengklik salah satu setelan ini, pengguna akan dibawa ke menu "Kelola Sumber Tersinkron", tempat pengguna dapat mengonfigurasi setiap layanan satu per satu.
3. Ketersediaan Data
Ada banyak fitur di LinkedIn yang menggunakan informasi demografis dan pribadi pengguna. Misalnya, saat melamar pekerjaan, pelanggan premium dapat membandingkan profil mereka dengan profil pelamar lain.
Pengguna juga dapat secara sukarela memberikan informasi gaji ke LinkedIn melalui pengaturan "Data Gaji di LinkedIn". Kemudian dapat membandingkan ekspektasi gaji dengan pelamar dan posisi lain.
Pengguna juga bisa memberikan status gender dan kecacatan di bagian "Informasi Demografis Pribadi". Ini akan digunakan untuk fitur LinkedIn, tetapi tidak akan ditampilkan pada profil pengguna.
Selain itu, bagian "Riset Sosial, Ekonomi, dan Tempat Kerja" akan menambahkan profil pengguna ke studi penelitian yang dilakukan oleh pihak ketiga LinkedIn. Situs tidak memberikan informasi apa pun tentang sifat studi tersebut atau siapa pihak ketiga tersebut. Jika pengguna mengkhawatirkan privasi data, sebaiknya nonaktifkan opsi ini. []
Redaktur: Arif Rahman
Share: