IND | ENG
Mengenal Triller yang Dipakai Trump, Pemilik: Kami Agak Cabul dari TikTok

Triller | Foto: Google Play Store

Mengenal Triller yang Dipakai Trump, Pemilik: Kami Agak Cabul dari TikTok
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 16 Agustus 2020 - 11:19 WIB

Cyberthreat.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat akun terverifikasi Triller, sebuah aplikasi media sosial pesaing TikTok.

Aplikasi satu ini tampaknya belum begitu populer di Indonesia meski telah dirilis sejak 2015, dua tahun lebih dulu dari TikTok.

Triller adalah aplikasi berbagi video pendek yang berkantor di Los Angeles. Penggunanya juga termasuk selebritas Snoop Dogg dan Lil Wayne.

Salah satu pemilik Triller juga produser Hollywood, Ryan Kavanaugh, mengatakan, aplikasinya berbeda dengan TikTok. Ia menyebut Triller “lebih pada versi dewasa” dibandingkan TikTok, karenan konten-kontennya “sedikit lebih bersifat cabul” dan “memang ditujukan untuk kelompok lebih dewasa, demikian seperti dikutip dari CNBC, 7 Agustus lalu.

Ancaman Donald Trump untuk melarang TikTok di AS karena masalah privasi, Triller telah menghasilkan lebih dari 35 juta unduhan di beberapa pekan terakhir.

Kavanaugh mengatakan bahwa tim Triller telah bekerja keras untuk mengembangkan fitur kamera untuk fitur sosial baru di aplikasi. “Kami hanya tidur dua jam setiap malam,” katanya.

Awal Agustus 2020,Triller telah diunduh lebih dari 250 juta kali di seluruh dunia dan memiliki sekitar 65 juta pengguna aktif, menurut juru bicara Triller. Ini peningkatan yang sangat besar dari Oktober 2019, ketika Triller melaporkan 13 juta pengguna aktif bulanan dan 60 juta unduhan total.

“Sebelum semua ini, kami biasa memberi tahu orang-orang bahwa kami tidak bersaing dengan TikTok,” kata Kavanaugh.

Triller awalnya diluncurkan sebagai aplikasi video musik pendek, tempat pengguna dan musisi dapat mengunggah dan menelusuri video tentang diri mereka sendiri yang bernyanyi bersama dengan lagu favorit.

Kemudian pada 2016, Triller menjadi jaringan media sosial yang lengkap, memungkinkan pengguna untuk mengikuti dan diikuti oleh orang lain.

Triller masih berkomitmen untuk menjadi platform video musik. Namun, di tengah “keterpurukan” TikTok, Triller telah menambahkan beberapa fitur baru yang mirip dengan TikTok (misal, pengguna dapat mengunggah video lucu tentang diri mereka menyanyi, menari, dan memberikan tips gaya hidup).

Meski begitu, perusahaan tidak berencana mengikuti formula TikTok.

“Kami memiliki tanda besar di dinding kami di kantor yang bertuliskan, 'TikTok untuk anak-anak,'” kata Kavanaugh, yang perusahaannya Proxima Media (yang memproduksi film seperti The Fast and the Furious dan Immortals) memperoleh mayoritas saham di Triller tahun lalu.

Kavanaugh mengatakan bahwa tanda itu tidak dimaksudkan untuk "merendahkan". Ini dimaksudkan sebagai pengingat bagi staf bahwa Triller ingin tampil beda.

“Secara keseluruhan kami sama, TikTok untuk penonton yang tidak kami inginkan, yaitu penonton berusia 8 hingga 14 tahun,” katanya. Namun, Triller mengatakan usia minimum untuk mendaftar aplikasi adalah 12 tahun.

Menurut Wallaroomedia, biro iklan media sosial, diperkirakan 60 persen dari miliaran pengguna TikTok berusia antara 16 hingga 24 tahun, dengan 26 persen antara 25 hingga 44 tahun.

Kavanaugh mengatakan Triller ingin menghindari audiens yang lebih muda karena undang-undang privasi anak. Mereka tak ingin terjerat hukum lantaran mengumpulkan informasi pribadi anak-anak di bawah 13 tahun tanpa persetujuan orangtua.

Masalah yang dikhawatirkan itulah yang kini dihadapi TikTok. Menurut Reuters, Komisi Perdagangan Federal dan Departemen Kehakiman AS sedang menyelidiki tuduhan bahwa TikTok melanggar undang-undang privasi anak dengan mengumpulkan informasi pribadi dari anak-anak di bawah 13 tahun tanpa persetujuan orangtua. Namun, TikTok dengan tegas membantah klaim tersebut.

Kavanaugh mengatakan Triller pertama kali melihat peningkatan unduhan pada Maret lalu ketika bermitra dengan Snapchat untuk mengintegrasikan konten ke dalam umpan cerita Snap.

Pada Juli, superstar TikTok Josh Richards dan Noah Beck mengumumkan bahwa mereka meninggalkan TikTok ke Triller. Richards telah ditunjuk sebagai kepala strategi Triller dan Beck akan bertindak sebagai penasihat untuk aplikasi tersebut.

Keduanya adalah pemegang saham ekuitas.

Baik TikTok maupun Triller menghadapi lebih banyak persaingan akhir-akhir ini. Pada Kamis lalu, Instagram meluncurkan platform video bentuk pendeknya sendiri yang disebut Reels. Pada 2018, Facebook (yang juga memiliki Instagram) mencoba meluncurkan versi TikToknya sendiri yang disebut Lasso, tetapi ditutup bulan lalu, menurut TechCrunch.[]

#triller   #donaldtrump   #tiktok   #amerikaserikat   #china   #instagram   #reels   #facebook   #mediasosial

Share:




BACA JUGA
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger