IND | ENG
Penasihat Trump: Rusia dan China Serang Infrastruktur Pemilu, AS akan Membalasnya

Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien | Foto: The Hill

Penasihat Trump: Rusia dan China Serang Infrastruktur Pemilu, AS akan Membalasnya
Arif Rahman Diposting : Senin, 10 Agustus 2020 - 16:14 WIB

Cyberthreat.id - Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Robert O'Brien, mengatakan Amerika Serikat (AS) akan melakukan upaya pembalasan terhadap Rusia dan China yang berniat merusak infrastruktur pemilihan umum di negara tersebut.

O'Brien pada Minggu (9 Agustus 2020) menyatakan kepada CBS bahwa Rusia dan China "benar-benar serius" mengganggu infrastruktur pemilu AS hingga menjelang hari pemilihan November mendatang.

Rusia dan China, kata dia, sudah berupaya melakukan berbagai serangan peretasan. Misalnya mencoba "mengakses situs web kementerian luar negeri AS" dan "mengumpulkan data tentang orang Amerika", termasuk "terlibat dalam operasi pengaruh (disinformasi) baik di TikTok dan Twitter atau media lainnya."

"Ini benar-benar menjadi perhatian serius. Tapi, ini bukan hanya Rusia saja, China juga tidak ingin presiden (Trump) kembali terpilih," kata O'Brien dilansir The Hill, Minggu (9 Agustus 2020).

"China, seperti Rusia dan Iran, telah terlibat dalam serangan cyber dan (serangan) Phishing. Semua itu dilakukan untuk mengganggu infrastruktur pemilihan AS dan segala hal yang berhubungan dengan situs web," ujarnya.

William Evanina, direktur National Counterintelligence and Security Center (NCSC) pada 24 Juli lalu menyatakan China, Rusia, dan Iran berusaha untuk "mempengaruhi preferensi dan perspektif pemilih", menabur perselisihan atau konflik, serta "merusak kepercayaan rakyat AS dalam proses demokrasi".

Evanina mengatakan China tidak ingin Trump terpilih kembali sebagai presiden AS karena sosoknya sebagai "pemimpin yang tidak bisa diprediksi," sementara Rusia bekerja untuk merugikan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

O'Brien kemudian menegaskan bahwa para pejabat AS sudah "menyadari" adanya serangan dan ancaman dari ketiga negara musuh serta telah "mengambil langkah yang diperlukan untuk melakukan perlawanan".

"Apakah itu China, Rusia atau Iran, kami tidak peduli,” katanya.

"Dan akan ada konsekuensi hebat bagi negara mana pun yang mencoba mengganggu pemilihan umum kami yang bebas dan adil."

Kekhawatiran anggota parlemen AS meningkat jelang pemilu 2020 setelah badan intelijen AS menyimpulkan Rusia terbukti telah mengganggu pemilu AS 2016. Upaya yang dilakukan Rusia empat tahun lalu termasuk peretasan yang menargetkan infrastruktur di semua 50 negara bagian hingga peretasan terhadap infrastruktur Komite Nasional Demokrat. []

#Pemilu   #infrastrukturkritis   #datapemilih   #hoaks   #disinformasi   #mediasosial   #konflik   #serangansiber   #website

Share:




BACA JUGA
Jaga Kondusifitas, Menko Polhukam Imbau Media Cegah Sebar Hoaks
Menteri Budi Arie Apresiasi Kolaborasi Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan
Butuh Informasi Pemilu? Menteri Budi Arie: Buka pemiludamaipedia!
Agar Tak Jadi Korban Hoaks, Menkominfo: Gampang, Ingat BAS!
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf